BelitungIsland.COM

Call Tour Advisor +62 719 22 890

BelitungIsland.COM - Update Terbaru
   Updated: 22 Dec 2013 04:17 pm

Kami selalu mem-posting informasi terkini tentang wisata dan informasi untuk berlibur di Belitung. Kami juga senantiasa menyempurnakan content dan aplikasi di BelitungIsland.COM untuk memudahkan rencan liburan anda. Jika pembaharuan tidak akan secepat yang anda harapka atau memerlukan informasi yang tidak tercakup pada pembaharuan ini silahkan hubungi kami.

Belitungisland.COM adalah website pertama yang menyediakan informasi wisata dan liburan di Belitung sejak tahun 1999. Kami juga adalah perusahaan penyelenggara Layanan Paket Wisata pertama dan terbesar di Belitung. Jumlah wisatawan dan jumlah trip yang sudah memanfaatkan layanan kami selalu terupdate di website ini. Tugas kami adalah membuat liburan anda di Belitung lebih menyenangkan !

1 - 15    16 - 30    31 - 45    46 - 60    61 - 75    76 - 90    91 - 105    106 - 120    121 - 135    





  • 22 Jun 2015
    Tambahan Destinasi Wisata Pulau di Membalong

    BEBERAPA wilayah di Belitung memunculkan potensi pariwisatanya. Salah satunya Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong. Pihak desa ini mengklaim Pulau Kampak yang berada di perairan wilayah desanya mempunyai potensi pariwisata yang sangat menarik.

    Selama ini wilayah Sijuk masih menjadi primadona wisata pulau. Beberapa pulau yang ada menjadi rujukan perjalanan wisata ke Belitung. Diantaranya Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, Pulau Burung dan beberapa pulau lainnya.

    Pengembangan Pulau Kampak mulai direncanakan pihak desa. Desa yang berlokasi di wilayah paling ujung selatan Kecamatan Membalong ini ingin menjadi salah satu destinasi wisata di Belitung. Pulau kecil yang berjarak sekitar 113 meter dari bibir pantai desa tersebut menjadi modal berharga.

    Pulau yang terletak di Teluk Balok ini dikelilingi hutan mangrove (bakau). Saat ini di perairan Pulau Kampak dimanfaatkan masyarakat untuk memasang keramba jaring apung (KJA). Hal ini menjadikan potensi pariwisata lain yakni kuliner makanan laut.

    Masyarakat nelayan di desa tersebut menghasilkan ikan, udang dan kepiting yang masih segar saat menepi ke pantai. Hal ini akan menjadi keunggulan tersendiri Desa Tanjung Rusa sebagai salah satu destinasi wisata.

    "Wisatawan bisa menikmati hidangan laut yang diambil dari keramba. Kapan lagi bisa menikmati ikan, udang dan kepiting segar yang lansung bisa disantap," sebut Kades Tanjung Rusa, Hendra.

    Pihak desa sudah menganggarkan pengembangan pulau seluas 60 hektar tersebut pada APBDes 2015. Tahap pertama yang akan dilakukan, pihak desa akan menyediakan jalan masuk ke dalam pulau tersebut. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 16 Jun 2015
    Ini Kebun Raya Bogor Milik Belitung Timur

    HUTAN Konservasi (HK) Desa Balok, Dendang, Beltim penyimpan potensi untuk pengembangan pariwisata wilayah selatan Pulau Belitung. Kawasan ini memiliki panorama indah yang digadang-gadang menyerupai Kebun Raya Bogor.

    Kasawan hutan yang disebut masyarakat desa setempat Hutan Balok Lama ini mempunyai pohon-pohon berukuran besar. Selain itu di kawasan ini juga terdapat Makam Raja Balok I KA Gedeh Ja'kub Gelar Depati Cakradiningrat dan sahabatnya Syech Abdul Samsudin.

    Hutan tersebut hingga saat ini masih sangat terawat, kebersihannya terjaga dan tata letak pohon-pohon unggulan sangat rapi. Sangat sesuai dengan kebutuhan wisata. Keberadaan kawasan ini juga mendukung pariwisata di Belitung.

    Akses menuju kawasan yang memiliki luas 40 hektar ini terbilang mudah. Akses jalan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jaraknya juga cukup dekat dengan pemukiman warga terdekat, hanya satu kilometer.

    Sebelumnya kawasan ini sangat dikenal dengan tempat wisata religius. Keberadaan dua makam orang yang berpengaruh di Pemerintahan Belitung zaman kolonial membuat lokasi tersebut banyak dikunjungi masyarakat.

    "Setiap hari ada yang ziarah ke makam, ada yang cuman melihat-lihat saja atau berwisata biasa," kata penjaga kawasan tersebut, Sujarmin (47).

    Namun hingga saat ini kawasan tersebut belum dilirik pemerintah daerah setempat untuk menjadi salah satu destinasi wisata. Travel agent juga belum merambah lokasi ini lantaran jaraknya yang cukup jauh dari pusat kota. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 13 Jun 2015
    Pesta Nelayan Bukti Padang Kandis Menuju Desa Wisata

    SEBANYAK 80 persen penduduk Desa Padang Kandis, Membalong yang bermatapencaharian sebagai nelayan merupakan nelayan penangkap kepiting rajungan. Setiap harinya 200-300 kilogram kepiting rajungan berhasil ditangkap para nelayan ini. Setidaknya 70 armada kapal nelayan setiap hari beroperasi digunakan nelayan.

    Hasil tangkapan nelayan ini menjadi komoditi ekspor ke beberapa negara tetangga, diantaranya Singapura. Kepiting rajungan yang diekspor merupakan hasil olahan, yakni hanya daging kepiting saja. Para nelayan diperkirakan mendapatkan hasil Rp 300 ribu setiap harinya.

    Sebagai rasa syukur dengan pencapaian yang didapat dari alam, masyarakat Desa Padang Kandis menggelar pesta nelayan. Pesta ini dilangsungkan selama dua hari Sabtu dan Minggu pekan lalu. Berbagai lomba digelar untuk menyemarakkan pesta nelayan ini.

    Perlombaan yang digelar diantaranya adalah lomba titian bambu, lomba renang, lomba ngeremis. Selain itu juga lomba dayung, mancing, bikin jaring ketam, tarik tambang. Semuanya berkaitan dengan nelayan, dilaksanakan oleh nelayan dan diperuntukkan bagi nelayan sekitar.

    Sejumlah stan didirikan di sekitar lokasi acara untuk menyajikan berbagai hasil laut yang diperoleh nelayan. Hiburan-hiburan lain juga dilakukan selama acara berlangsung. Puncaknya, kepala daerah dan sejumlah pejabat diundang dalam sebuah acara seremoni serta menikmati hidangan hasil laut.

    Kades Padang Kandis Mahyudin mengatakan pesta tahunan nelayan ini telah rutin digelar sejak 2013 lalu. Masyarakat juga mendukung pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata. Selain itu acara ini juga untuk mempererat tali persaudaraan antar nelayan.

    Selain memiliki komoditi ekspor, Padang Kandis juga memiliki potensi wisata untuk mendukung Belitung sebagai destinasi wisata. Saat ini Desa Padang Kandis sedang berusaha menata desanya untuk pariwisata. Pantai masih menjadi andalan desa ini, namun dengan dilengkapi wisata kuliner hasil laut.

    Dermaga Teluk Gembira akan dijadikan sebagai kawasan pariwisata. Sementara dermaga satunya yang berada di Pantai Karang Naga akan dijadikan dermaga khusus untuk nelayan di dua tempat, yakni Desa Padang Kandis dan Desa Pulau Seliuk.

    "Kami sudah dibikin dermaga tapi belum bisa merapat untuk sampai tebing. Kami sudah ada rencana pengerukan," ujar Mahyudin. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 29 May 2015
    Air Terjun Burung Mandi Simpan Potensi Mengagumkan

    POTENSI alam Belitung tak hanya unggul di panorama pantainya yang mempunyai karakteristik tersendiri diantara pantai-pantai di Indonesia. Beberapa lokasi wisata selain pantai juga mempunyai potensi untuk dikembangkan. Salah satunya air terjun di Desa Burung Mandi, Damar, Beltim.

    Lokasi ini tergolong jarang dikunjungi masyarakat sekitar maupun wisatawan. Air terjun dengan ketinggian sekitar 7 meter ini terletak di lereng bukit yang memisahkan Desa Burung Mandi dan Desa Mempayak. Berada di ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut (mdpl), air terjun ini menyajikan trek menantang.

    Meskipun memiliki trek menantang, namun akses jalan ke lokasi air terjun terbilang tak terlalu sulit. Bagi pecinta haiking, trek yang disajikan ke lokasi air terjun sangat sesuai. Kendaraan roda dua bisa masuk hingga lokasi air terjun. Hanya membutuhkan waktu 20 menit juga menggunakan sepeda motor.

    Sedangkan bagi pengendara mobil harus menempuh jarak lumayan jauh dengan berjalan kaki. Pengunjung bisa menikmati alam bebas dengan udara perbukitan sejuk. Sebelum lokasi air terjun, pengunjung disambut dua aliran sungai kecil. Air di sungai tersebut masih sangat bersih.

    Pihak desa merencanakan air terjun tersebut sebagai obyek wisata alam terbuka. Upaya tersebut diawali dengan proses perubahan status kawasan hutan menjadi hutan kemasyarakatan. Setidaknya lahan seluas 200 hektar di sekitar lokasi masuk dalam rencana tersebut.

    "Rencana kita memang sudah ada. Termasuk pengelolaan langsung dari masyarakat kita," sebut Kades Burung Mandi, Sudarsono. (*)

    Rute menuju air terjun Desa Burung Mandi: Jalan Raya Kelapa Kampit masuk melalui Jalan Dam II. Melintas di jalan tanah merah ini sekitar 20 menit menggunakan sepeda motor. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 8 May 2015
    Dua Bus Mewah Layani Wisatawan di Belitung

    BELITUNG sebagai destinasi wisata baru di Indonesia semakin memperkuat infrastrukturnya. Kali ini pemerintah daerah membidik transportasi untuk pelayanan wisatawan yang mengunjungi Belitung. Setidaknya dua bus milik pemerintah telah hadir di Belitung.

    Dua bus dengan masing-masing berkapasitas 22 seat ini merupakan hibah dari Kementerian Perhubungan RI untuk pemerintah daerah setempat. Bus ini dikelola Perum Damri untuk melayani wisatawan yang mengunjungi Belitung.

    Bus tersebut untuk mendukung armada angkutan moda di Kabupaten Belitung. Rencananya bus ini akan digunakan sebagai pemandu moda. Bus akan digunakan untuk pemandu dari titik kedatangan penumpang sampai kepada titik tujuan penumpang.

    Artinya bus ini akan melayani penumpang dari Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan hingga ke pusat kota dan titik-titik wisata di daerah Sijuk. Pertimbangannya adalah kunjungan wisatawan ke Belitung yang semakin meningkat setiap tahunnya.

    Perkembangan pariwisata yang ditandai dengan makin meningkatnya kunjungan wisatawan sebagai alasan pemerintah daerah mengejar hibah tersebut. Hal ini untuk meningkatkan pelayanan terhadap para pengunjung yang ingin menikmati panorama Belitung.

    Tarif untuk mendapatkan pelayanan bus yang dilengkapi air conditioner (AC), video, bagasi di dalam dan pintu hydrolic ini akan mengacu pada SK Gubernur Kepulauan Babel. Dua unit bus ini dalam beroperasi dan sehari-harinya ngepos di Terminal Penumpang Tanjungpandan.

    Bagi wisatawan yang kebingungan soal transport di Belitung bisa mengandalkan bus ini. Setibanya di bandara, bus ini akan menyambut penumpang dan mengantarkan ke hotel-hotel atau penginapan yang dituju pada wisatawan.


     0 komentar    tulis komentar



  • 14 May 2015
    Daerah Penggiat Kesenian Dulmulok Ingin Jadi Desa Adat

    DESA Kembiri di Kecamatan Membalong, Belitung ingin ditetapkan sebagai desa adat. Keinginan ini sebagai bentuk dukungan masyarakat desa setempat terhadap pembangunan sektor pariwisata oleh pemerintah daerah. Sehingga nantinya desa ini juga menjadi salah satu destinasi wisata.

    Keinginan tersebut disampaikan tokoh masyarakat desa setempat saat menggelar Maras Taun, Minggu (10/5) di depan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Babel dan beberapa pejabat Pemkab Belitung. Tokoh masyarakat desa setempat berharap pemda merealisasikan usulan penetapan desa adat ini.

    Sar'ie, tokoh masyarakat Desa Kembiri mengatakan keinginan tersebut muncul dari masyarakat desanya. Selama ini masyarakat Desa Kembiri tetap menjaga kesenian-kesenian daerah agar tetap eksis ditengah era modern.

    Kegiatan tradisional yang masih rutin dilaksanakan di desa tersebut antara lain nirok nanggok. Kegiatan mencari ikan secara tradisional ini dilakukan setiap tahunnya. Pembinaan kesenian tradisional lainnya seperti campak dan dulmulok juga dilakukan.

    "Jadi untuk dulmulok ini ada dua grup, satu grup dewasa dan yang satunya anak-anak SD. Mereka sudah diajari dan dibina untuk melestarikan kesenian ini," papar Sar'ie.

    Desa adat ini akan menambah referensi pariwisata ke Belitung kedepannya. Saat ini Belitung sebagai destinasi wisata baru masih mengandalkan potensi alam pantainya untuk mendongkrak pariwisata. Desa wisata ini diharapkan mendongkrak Belitung sebagai destinasi wisata dengan memperkuat kesenian dan kebudayaan. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 10 May 2015
    Homestay Sediakan Suasana Lain Menginap di Belitung

    WISATAWAN yang berkunjung ke Belitung tak harus mengeluarkan biaya besar untuk menginap selama di Negeri Laskar Pelangi. Fasilitas menginap di Belitung tak hanya hotel melati hingga hotel berbintang. Namun juga dilengkapi dengan penginapan dan homestay yang menawarkan tarif jauh lebih murah.

    Puluhan homestay tersedia di Desa Keciput, Sijuk yang menjadi icon pariwisata Belitung saat ini. Selain bertarif murah meriah, beberapa keunggulan juga bisa dirasakan wisatawan yang menginap di homestay yang disediakan warga sekitar.

    Desa Keciput yang memiliki Pantai Tanjung Kelayang sebagai obyek wisata, juga sebagai akses wisatawan yang akan berkunjung ke beberapa pulau indah di kawasan Sijuk. Diantaranya Pulau Lengkuas, Pulau Burung, dan Pulau Babi melalui Pantai Tanjung Kelayang.

    Homestay dibangun warga desa sekitar mulai tahun 2010 lalu. Event Sail Indonesia menjadi pemicu warga menyediakan kamar-kamar bagi para pelancong yang berdekatan dengan lokasi sail. Puncaknya saat Sail Wakatobi Belitong 2011 lalu, dimana seluruh hotel di Belitung penuh.

    Saat itu Wapres RI Boediono dan para menteri menghadiri sail, sehingga banyak kunjungan ke Belitung. Termasuk awak media yang ingin meliput acara tersebut. Homestay menjadi pilihan lantaran akses menuju lokasi Tanjung Kelayang sangat dekat.

    Menginap di homestay tergolong sangat murah, rata-rata tarifnya hanya berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per malam. Keramahan penduduk sekitar dan suasana desa menjadi nilai plus menginap di homestay. Pelancong juga bisa melihat aktivitas masyarakat sekitar dalam kesehariannya.

    Menu makanan tradisional juga bisa dirasakan untuk memanjakan lidah pelancong. Pelancong yang menginap di homestay bisa memesan menu makanan tradisional untuk mengisi perut. Tarifnya tergantung kebijakan pemilik homestay, bisa sebagai hidangan gratis atau cukup mengganti uang belanja yang tak seberapa.

    Homestay di desa ini juga berarti dekat dengan pusat-pusat kerajinan masyarakat. Pelancong bisa melihat langsung proses pembuatan kerajinan dan membelinya sebagai cinderamata ke tempat pembuatnya langsung. Tentunya dengan harga lebih murah. Sangat sesuai untuk backpacker.

    Tokoh masyarakat desa setempat, Sukardi mengatakan saat ini jumlah homestay di desanya bertambah hingga menjadi 30 home stay. Tingginya tingkat kunjungan ke Belitung juga sangat berpengaruh bagi perekonomian masyarakat sekitar.

    "Masyarakat desa ini tetap berharap besar mendapat penghasilan dari naiknya sektor pariwisata dengan semakin bertambahnya usaha homestay bagi wisatawan di desa ini," ujar Sukardi. (*)

    Daftar Homestay di Sijuk
    1) Untung Irawan Jl. Tanjung Kelayang RT 06 RW 02 Telp: 081977876748
    2) Jumhadi Jl. H. Sa'i Deramad RT 004 RW 001 Telp: 08197898590
    3) Hairruddin Jl. Tanjung Tinggi RT 07 RW 05 Telp: 081929720248
    4) Muhadi Jl. Tanjung Tinggi RT 08 RW 03 Telp: 081929639148
    5) Leo Suhendar Jl. Sijuk RT 002 RW 001 Telp: 081929695367
    6) Dahrin Jl. Tanjung Kelayang RT 06 RW 02 Telp: 081929724284
    7) Mardin Jl. Tanjung Tinggi RT 12 RW 04 Telp: 081271812723
    8) Megawati Jl. Tanjung Kelayang RT 04 RW 02 Telp: 081929705911
    9) Jasnati Jl. Tanjung Kelayang RT 06 RW 02 Telp: 081929503815
    10) Jasmine (Junaidi Saei) Jl. Sekolah Sijuk RT 03
    11) Mawar (Subarkat) Jl. Sekolah Sijuk RT 03
    12) Melati (Halil) Jl. Sekolah Sijuk RT 03
    13) Yuda Firmansyah Ds. Tanjung Binga
    14) Hermanto Ds. Tanjung Binga
    15) Armawati Ds. Tanjung Binga
    16) Arman Amat Ds. Tanjung Binga


     0 komentar    tulis komentar



  • 6 May 2015
    Mandik Besimbor Ingin Dikenal Bagian dari Pariwisata Belitung

    PROSESI perkawinan adat Selat Nasik mewarnai puncak perayaan Maras Taun 2015 di Selat Nasik, Minggu lalu. Prosesi perkawinan adat ini mengingatkan ribuan masyarakat yang menyaksikan acara tersebut akan tradisi nenek moyang Selat Nasik.

    Kegiatan ini dimulai dengan arak-arakan pengantin lelaki. Pria yang berlaku sebagai pengantin ini dipanggul empat orang dengan diiringi tabuhan rebana. Pengantin pria ini diarak menuju kediaman mempelai wanita. Setelah sampai di kediaman mempelai wanita, prosesi dilanjutkan dengan seserahan barang bawaan.

    Berbagai barang seserahan dibawa saat arak-arakan tersebut. Satu perlengkapan yang dibawanya diantaranya sirih. Kedua mempelai disandingkan dalam pelaminan di depan para tamu undangan dan hadirin. Prosesi perkawinan adat ini tak hanya sampai disini, namun masih ada beberapa tahapan yang mempunyai filosofi tersendiri.

    Prosesi dilanjutkan dengan mandik besimbor. Mandik besimbor yang berarti mandi saling mengguyur mempunyai arti mensucikan kedua mempelai. Prosesi ini dilakukan dengan cara meniramkan air sebanyak tujuh kali kepada pasangan pengantin. Diharapkan keduanya dalam keadaan bersih lahir dan bathin saat memulai mengarungi bahtera rumah tangga.

    Kedua mempelai juga harus melewati rentang benang sebanyak tujuh kali. Benang yang direntangkan berbentuk persegi ini harus dilangkahi secara bersamaan. Proses ini bermakna bahwa setiap rumah tangga pasti akan menghadapi rintangan. Untuk mengatasi rintangan tersebut, pasangan pengantin harus melewati proses bekace dan lilin.

    Cahaya lilin menandakan dalam kehidupan rumah tangga selalu terang. Sedangkan bekace atau berkaca agar kedua mempelai bisa selalu mawas diri dalam menghadapi rintangan. Yakni dengan selalu introspeksi diri.

    Kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya nenek moyang dalam bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. Akhirin yang merupakan ketua panitia kegiatan mengatakan kegiatan ini untuk menunjukkan potensi yang ada demi mendukung pariwisata Belitung. Sehingga bisa lebih dikenal oleh para wisatawan.

    "Kegiatan ini menjadi momen untuk mempromosikan daerah kami sehingga suatu saat bisa menjadi tujuan pariwisata di Kabupaten Belitung," kata Akhirin. (*)

    Prosesi Perkawinan Adat Selat Nasik
    * Ngelamar
    * Mancang Ari
    * Ngantar Jajak Gede
    * Prosesi Pernikahan Payong Lilin yang dilaksankan malam hari
    * penentuan tanggal pernikahan
    * Arak-arakan mempelai laiki-laki
    * Berebut lawang
    * Penganten Dudok
    * Seserahan Antaran
    * Mandik besimbor
    * Rentang Benang
    * Bekace Lilin
    * Nginjak Teluk dan Belari


     0 komentar    tulis komentar



  • 2 May 2015
    Andrea dan Anak Smanda Akan Tampil di Televisi Jerman

    NOVELIS kenamaan asal Belitung, Andrea Hirata akan tampil di stasiun televisi di Jerman. Penulis novel Laskar Pelangi ini akan tampil bersama siswa-siswi kelas XII SMA Negeri 2 (Smanda) Tanjungpandan. Pengambilan gambar sudah dilakukan dua pekan lalu di Smanda, dimana Andrea dan televisi Jerman menyambangi sekolah tersebut.

    Pihak sekolah yang menggelar bimbingan karir bagi siswa-siswinya yang akan lulus tahun ini mendatangkan langsung Andrea Hirata dan sebuah stasiun televisi dari Jerman. Andrea menceritakan pengalamannya mengenyam pendidikan tinggi di hadapan siswa-siswi yang duduk lesehan di lantai.

    Selain itu Andrea dan para pelajar ini juga mempertunjukkan kesenian yang menjadi santapan bagi jurnalis Jerman. Hasil pengambilan gambar tersebut rencananya juga akan menjadi bahan liputan untuk ditampilkan dan disaksikan masyarakat Jerman.

    Hal ini menjadi nilai positif bagi Belitung sebagai destinasi wisata yang tergolong baru di Indonesia. Melalui penyajian liputan media Jerman tersebut diharapkan masyarakat Jerman akan tertarik berkunjung ke Belitung. Sehingga kunjungan wisatawan mancanegara juga meningkat.

    Kepala Smanda Tanjungpandan, Fajeri mengatakan pengalaman yang diceritakan Andrea di hadapan para pelajar diharapkan memberi pengalaman para pelajar dalam menempuh pendidikan selanjutnya. Sehingga pelajar tidak hanya mengejar nilai tinggi, namun juga memiliki pandangan memilih pendidikan selanjutnya.

    Keberhasilan Fajeri dalam mendatangkan Andrea bukan tanpa sebab. Pasalnya Fajeri merupakan teman kecil Andrea. Bahkan dalam mendatangkan Andrea, Fajeri dan pihak sekolah tak mengeluarkan biaya sedikitpun.

    "Apalagi liputan ini nantinya akan ditampilkan di Jerman. Saya harap Andrea menginspirasi anak-anak, pendidikan juga bisa diraih sekalipun orang tak mampu secara ekonomi," ujar Fajeri.


     0 komentar    tulis komentar



  • 1 May 2015
    Kuliner Belitung Juga Tersedia Mobil Resto

    Solusi Icip-icip Kuliner Belitung

    TAK perlu khawatir memikirkan soal konsumsi bagi wisatawan yang berkunjung ke Belitung. Saat ini Rumah Makan Dapor Sakato berinovasi melayani masyarakat menggunakan Mobil Resto Dapor Sakato. Sehingga penjaja kuliner tak harus mendatangi rumah makan.

    Rumah Makan Dapor Sakato yang terletak di Jalan Depati Gegedek, Kelurahan Kota, Tanjungpandan ini biasa menghidangkan menu masakan Padang dan masakan khas Belitung. Bagi wisatawan yang ingin menikmati masakan Belitung layanan rumah makan ini sangat sesuai.

    Operasional mobil kuliner ini dari pukul 8.00 WIB hingga 16.00 WIB setiap harinya. Mobil ini akan stand by di kawasan wisata Pantai Tanjungpendam setiap Minggu. Penikmat bisa makan di lokasi mobil resto ini stand by maupun memesan dalam kemasan.

    Selain lokasi itu, mobil resto ini juga biasa stand by di kawasan RSUD dr H Marsidi Judono maupun lokasi-lokasi lain yang sedang digelar event. Pengelola rumah makan berinovasi dengan mobil resto untuk memberikan pelayanan ekstra dan menjangkau pangsa pasar lebih luas.

    Setidaknya ada 20 hingga 30 jenis menu hidangan tersedia dalam mobil resto, baik menu masakan Padang maupun khas Belitung. Meskipun menggunakan layanan mobil, namun pihak pengelola tak membedakan harga. Harga sama bila pembeli memesan di rumah makannya.

    Mobil Resto Dapor Sakato juga melayani jika ada konsumen yang ingin layanan katering menggunakan mobil resto. Layanan ini sangat sesuai bila rombongan wisatawan yang tak mau repot untuk mendatangi rumah makan. Tinggal pesan, mobil resto akan meluncur mendatangi.

    Minimal pesanan untuk katering ini tergantung jarak. Jika jaraknya jauh, minimal 50 porsi ke atas. Akan tetapi kalau untuk wilayah Tanjungpandan, pesanan 20 porsi atau 30 porsi masih dilayani. So jangan ambil pusing kuliner di Belitung. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 24 Apr 2015
    Maras Taun Warisan Budaya Nenek Moyang

    WARISAN budaya Maras Taun melengkapi keanekaragaman adat istiadat Belitung sebagai destinasi wisata. Kegiatan rutin yang dilaksanakan masyarakat setiap tahun ini merupakan kegiatan adat untuk menunjukkan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil panen.

    Biasanya Maras Taun digelar oleh masyarakat kampung dengan ritual adat yang dipimping dukun kampong setempat. Selain sebagai rasa syukur, dalam Maras Taun juga digelar ritual tolak balak untuk membersihkan kampung dari hal-hal jahat yang mengganggu masyarakat.

    Berbagai keperluan juga ritual adat juga disiapkan dalam setiap Maras Taun, diantaranya kesalan, garu/dupa, tepung tawar sebagai tanda kegiatan maras taun serta air. Setelah ritual yang dipimpin dukun kampong, dilakukan pembersihan kampung menggunakan kesalan (daun neruse dan air).

    Dalam setiap gelaran budaya nenek moyang ini juga tak meninggalkan lepat sebagai sajian. Selain itu juga adanya pertunjukkan kesenian khas melayu Belitong serta ajang menampilkan produk unggulan daerah semacam pasar mini yang diadakan masyarakat.

    Daerah yang secara rutin menggelar Maras Taun dengan skala cukup besar adalah Kecamatan Selat Nasik. Dalam pekan ketiga bulan April 2015 ini masyarakat menggelar Maras Taun selama tujuh hari. Acara puncak akan digelar Minggu (26/4).

    Selama sepekan ini, berbagai kegiatan digelar. Dari hiburan rakyat, perlombaan serta kesenian daerah untuk memeriahkan event tahunan ini. Kegiatan ini juga sebagai upaya memperkenalkan pariwisata Selat Nasik sebagai bagian dari pendukung pariwisata di Belitung.

    Event tersebut juga patut untuk disaksikan para wisatawan dari dekat untuk mengenal keunikan budaya asli Belitung. Berbagai daerah di Belitung biasa menggelar kegiatan budaya ini pada April atau musim panen setiap tahunnya. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 13 Apr 2015
    Andrea Hirata Tampil di Bansai

    BELITUNG tak bisa dilepaskan dengan Film Laskar Pelangi. Nama Belitung booming setelah film garapan sutradara Riri Riza yang diangkat dari novel karangan Andrea Hirata. Pulau terbesar kedua ini juga dikenal dengan sebutan Negeri Laskar Pelangi.

    Sejak dirilis 26 September 2008 lalu dan terus untuk mempopulerkannya, setiap tahun digelar Festival Laskar Pelangi (FLP). Tahun 2015 ini merupakan tahun keempat digelar FLP. Andrea Hirata yang juga pengagas FLP hadir di depan penonton dalam Festival Laskar Pelangi IV tahun 2015 on the road, Jumat (10/4) malam lalu.

    Berlokasi di Warung Kopi (Warkop) Bansai, Terminal Kota Tanjungpandan di Jalan Depati Gegedek, Andrea Hirata menggandeng musisi-musisi jazz. Diantaranya Meda Kawu, Kevin Joshua dan musisi jazz asal Jepang serta sejumlah seniman Belitong.

    Perpaduan musik jazz dan tarian pendulang timah ditampilkan dalam FLP ini. Selain menampilkan musik jazz dan tarian pendulang timah, masyarakat juga disuguhi berbagai atraksi seni. Mulai dari musikalisasi puisi penampilan musik budaya Belitung yang ditampilkan beberapa pelajar serta musik masa kini.

    Andra Hirata menyebutkan FLP ini telah rutin dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap kegiatan ini akan terus dilakukan setiap tahunnya. Kegiatan ini, lanjut Andrea, sebagai upaya mendukung perkembangan budaya di Belitung.

    "Tujuan besar kita lakukan untuk ekonomi Belitung dan tentunya pariwisata Belitung. Penyelenggaraan keempat Festival Laskar Pelangi mudah-mudahan terus sukses menjadi even yang ditunggu masyarakat dan berkelas nasional," kata Andrea Hirata disela penampilannya.

    Festival Laskar Pelangi IV 2015 rencananya akan digelar hingga bulan Mei mendatang sebagai acara puncak. Pada puncak kegiatan ini direncanakan akan banyak melibatkan koreografer hebat untuk mendukung acara.

    "Saya senang sekali dilaksanakan di sini (Warkop Bansai, red), jadi ruang publik kita semakin bertambah," kata Andrea. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 12 Apr 2015
    Biro Perjalanan Malaysia Datang ke Belitung

    BEBERAPA Biro Perjalanan asal negeri Jiran, Malaysia dipastikan turut serta dalam Pelangi Travel Mart 2015 di Pulau Belitung, 13-16 April ini. Hal ini membuka peluang meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), khususnya dari Malaysia ke Negeri Laskar Pelangi.

    Pelangi Travel Mart 2015 merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi, potensi dan aktivitas wisata di Bangka Belitung.

    Selain beberapa Biro Perjalanan dari Malaysia, kegiatan ini juga dipastikan akan diikuti puluhan Biro Perjalanan dari seluruh Nusantara. Kegiatan utama Pelangi Travel Mart merupakan memperkenalkan Belitung kepada Biro Perjalanan dengan harapan pelaku wisata ini mengajak tamu berkunjung ke Belitung.

    Kegiatan akan dilakukan di Pasar Lipat Kajang Manggar, Gantong, KV Senang (Tanjungpandan) dan beberapa obyek wisata di Belitung maupun Beltim. Pelangi Travel Mart kali ini mengunggah tema eksotisme Bangka Belitung.

    Pembukaan kegiatan akan dilaksanakan di Pasar Lipat Kajang Manggar, Senin (13/4) besok dengan tema Nusantara. Sedangkan penutupan kegiatan akan dilaksanakan di KV Senang, pusat Kota Tanjungpandan pada 16 April mendatang.

    Dalam kegiatan ini juga akan digelar Expo Pariwisata di kawasan KV Senang selama pelaksanaan Pelangi Travel Mart. Selain itu juga diramaikan lomba mewarnai tema bawah air tingkat TK pada 15 April di lokasi Expo Pariwisata.

    Sedangkan kegiatan untuk memperkenalkan Belitung kepada para peserta Pelangi Travel Mart, panitia menyusun berbagai kegiatan. Diantaranya fam trip, bussines to bussines, exhebition, classic bike tour dan amazing race.

    Pembukaan kegiatan rencananya akan dilakukan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi dan ditutup Bupati Belitung Sahani Saleh. Kegiatan promosi wisata Babel ini sengaja dilakukan di Belitung atas persetujuan para pelaku wisata, pihak hotel, toko oleh-oleh dan pihak-pihak pemangku kepentingan lain. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 11 Apr 2015
    Maladewa-nya Indonesia Di Belitung

    BELITUNG mengandalkan keindahan pulau-pulau pesisir dalam mengembangkan pariwisatanya. Hamparan pasir putih nan lembut serta birunya air laut menjadi keunggulan pantai-pantai di Belitung. Ditambah lagi keunikan batu granit dengan ukuran besar sebagai ciri khas pantai.

    Kondisi ini dinilai tak jauh berbeda dengan Maladewa, negara kepulauan di Samudera Hindia. Bahkan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dikabarkan mencanangkan Belitung sebagai Maladewa-nya Indonesia. Pencanangan ini pula yang membawa Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuziy datang ke Belitung akhir pekan lalu.

    "Saya memang sengaja untuk ke Belitung dulu karena tertarik dengan pencanangan Belitung sebagai Maladewa-nya Indonesia oleh Menteri Pariwisata. Makanya saya harus lihat langsung," kata Romahurmuziy ditemui di kawasan wisata Pantai Tanjungpendam.



    Bersama sekitar 40 pengurus harian DPP PPP lainnya, Romahurmuziy menikmati keindahan Pulau Belitung. Beberapa lokasi wisata seperti Pulau Burung, Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, Pantai Tanjungtinggi dan Pantai Tanjung Kelayang memanjakan penglihatan para pengurus PPP ini.

    Bahkan Romahurmuziy dan beberapa rekannya menyempatkan bermain di Pantai Tanjung Kelayang, Sijuk. Jet Sky menjadi kuda besinya menyeberangi lautan jernih di sepanjang pantai. Snorkling juga dilakukan untuk menikmati keindahan bawah laut di beberapa spot sekitar Pulau Lengkuas.

    Romahurmuziy mengakui Belitung memiliki potensi yang sangat luar biasa di sektor pariwisata. Bahkan beberapa item penting sudah mendukung aktivitas pariwisata, diantaranya keramahan masyarakatnya dan infrastruktur jalan yang ada di Belitung.

    "Menurut saya sudah mulai bergeliat, masyarakatnya juga sudah mulai menyiapkan diri untuk disana. Intinya adalah hospitality. Artinya keramahan masyarakat untuk menerima wisatawan," papar Romahurmuziy. (*)


     0 komentar    tulis komentar



1 - 15    16 - 30    31 - 45    46 - 60    61 - 75    76 - 90    91 - 105    106 - 120    121 - 135    
LIVE CHAT
Call +62 719 22 890
XL: +62 878 9649 7007 
TSEL: +62 812 6035 5212 
Weekday 09.00 - 18.00 (GMT+7) 
21,507 wisatawan
dalam 2,250 trip


telah berkunjung ke Belitung
dengan Paket Wisata kami
Ayo ikutan bergabung !
Simulasi Paket Wisata
 Lighthouse Package
 Fotografer Package
 Honeymoon Package
 Laskar Pelangi Tour
Tanggal berangkat
2 Hari 1 Malam
3 Hari 2 Malam
4 Hari 3 Malam
Kode Promo
Peserta
  
We accept payment by:  
Airline partners:  
 
 
Festival Laskar Pelangi - NOW
Media Partner


Central City
Paket 3 hari 2 malam
Rp 1,505,000/orang
untuk group 4 peserta
Tinggal 2 malam di hotel Central City, tour pantai-pantai dan pulau-pulau di Belitung, termasuk sarapan, makan siang, makan malam, makanan ringan dan minuman, sewa kendaraan dan perahu, pemandu wisata berpengalaman.
Untuk group jumlah peserta yang berbeda, isi form di bawah ini
PAKET WISATA
- Mengunjungi keindahan pantai pasir putih: Tanjung Tinggi, Tanjung Kelayang, Tanjung Binga

- 3 hari 2 malam hotel setara bintang 2 menghadap pantai berpasir putih

- 24 jam rental kendaraan untuk transportasi darat

- Naik perahu ke pulau-pulau kecil Lengkuas & Burung

- Full meal: makan siang, makan malam, sarapan

- Itenary lengkap dengan pemandu wisata

Apa yang dikatakan pengunjung ?
Dear all Belitung Islands Team,


Thank you for all the service before and during the trips, all the passenger are happy with the services, especially for bang Ipunk and bang Vicky, thank you for unbelievable explanation :)

thank you again and hope to see you again in belitung...
Vero Pygmatour
Indonesia, Jakarta
Trip#P7800: 6 Feb 2014
tulis testimony write new
Tanjung Kelayang

Apa yang dikatakan pengunjung ?
Two thumbs up untuk Belitung island.com, pelayanan dan servis yang diberikan oleh Mas Andi sangat memuaskan selama kami berada di Belitung. Pantai dan pulau pulau di sekitarnya sangat Indah, makanan yang disajikan lezat rasanya. Definetly we will coming back soon to Belitung. Thanks Mas Andi.
Oktariany
Indonesia, Jakarta
Trip#P6792: 3 Aug 2013
tulis testimony write new
Yadi Yasin - Photo Gallery

Apa yang dikatakan pengunjung ?
Its a FUNTASTIC trip with Belitung Island.com. Sangat memuaskan service yang diberikan mulai dari datang sampai kami pulank. Holiday yang tidak terlupakn. Thanks atas keramahan yang diberikan, specially kepada Ibu Santy, Pak Deden dan Pak Hendro.. Keep up the good works..
Flo
Indonesia, Jakarta
Trip#S6116: 24 Jan 2013
tulis testimony write new
Lindung Soemarhadi
Photo Gallery

Apa yang dikatakan pengunjung ?
Liburan yang indah dg pantai yg indah, kuliner y enak, tur guide yg super sabar meladeni permintaan foto kami y gilpot. Tq Vicky, Iwan n Andi yg sdh bikin liburan kami menyenangkan. Cuma ada bbrp catatan nih:
1.Sarankan peserta tur dr awal u/ mbawa kostum dg warna ngejreng, khususnya saat hoping island
2.Bwt pserta y sdh datang lbh awal, dilayani dr awal sesuai jadwal walaupun pserta lain blm tiba
3.Pesan u/ pemda set4, WC di P.Lengkuas direhab abis, malu2in tuh
4.Kl snorkeling,spatunya jgn lupa lg ya
ririz situmorang
Indonesia, Medan
Trip#P4788: 15 Nov 2012
tulis testimony write new
Abu Hasan Photo Gallery

Apa yang dikatakan pengunjung ?
Hai Belitung Island,

Trip pertama saya ke Belitung menyenangkan sekali karena tour guide kami (Mas Doni dan Mba Icha) sangat baik dan seru.
Saya suka banget sama suasana Belitung yang mash alami. Lebih bagus lagi kalo orang2 di sana dan pengunjung bisa menjaga kebersihan.
InsyaAllah pengen kesana lagi..

Terima kasih
Indira Sita Destantri
Indonesia, Jakarta
Trip#R1219: 25 Oct 2012
tulis testimony write new
Jomandi Loka Photo Gallery

Apa yang dikatakan pengunjung ?
Hi Belitung Island,

Short testimoni aja ya, kemarin kami ambil paket honeymoon package 4D3N dengan akomodasi di Hotel Bukit Berahu,,singkatnya:
- akomodasi: oke banget, pas buat yg honeymoon karena cottage nya jauh dari keramaian dan ada private beach sendiri
- makanan: tempat2 makan yg udah dipilih juga mantep2, sangat melebihi ekspetasi kita
- tour guide: Mas gebri sbg tur guide kami orangnya asik banget dan ngebuat kita nyaman selama trip disana

in short, 5 out of 5 stars!!
thanks yaa!!
Ertanto Vetra
Indonesia, Jakarta
Trip#P3898: 9 Jul 2012
tulis testimony write new
Hanif Photo Gallery

Apa yang dikatakan pengunjung ?
sangat menyenangkan dan sangat puas..
terima kasih buat belitungisland
terima kasih buat pakcik juli and macik shanty..
miss u all
Magda
Indonesia, Jakarta
Trip#P4181: 29 Dec 2011
tulis testimony write new
"Surga Batu Fotografi"
Panorama Belitung yang tersembunyi dan belum tersentuh

Apa yang dikatakan pengunjung ?
nice Sunrise, gak menyesal dibangunin bang deden (guide) untuk di ajak ke Danau kaoline untuk menyaksikan Fajar menyingsing..
GUN FAISAL
Indonesia, Yogyakarta
Trip#P4100: 30 Oct 2011
tulis testimony write new
Tanjung Binga

Apa yang dikatakan pengunjung ?
Cant wait to be back again, alias belum puas.... :)
Arina Ikasari Muhtadi
Indonesia, Jakarta
Trip#R1127: 15 Jul 2011
tulis testimony write new
Diving in Belitung ?

Apa yang dikatakan pengunjung ?

Halo Pak Rustam, Pertama ijinkanlah kami mengucapkan selamat dengan team BIC yang menemani kami dengan sangat istimewa, Pak Kusumah,Ibu Santi,Pak Gito,juga tak lupa pak Murad dan pak Akiong,juga sikecil Zacky.Dengan perhatian yang detail,keramahan dan kekeluargaan yang hangat,kami betul merasa sepeti sultan dan betah sehingga merasakan suasana rumah jauh dari rumah. Semua ini juga didukung dengan pesona Tanah Tinggi dan pulau2 yang lautnya aduhai tidak kalah sama New Zealand atau Tasmania.

Benjamin dan Erna
Bandung, Indonesia
Trip#P09602: 7-10 Jun 2009

tulis testimony write new
Sihol Sitanggang Gallery