BelitungIsland.COM

Call Tour Advisor +62 719 22 890

BelitungIsland.COM - Update Terbaru
   Updated: 22 Dec 2013 04:17 pm

Kami selalu mem-posting informasi terkini tentang wisata dan informasi untuk berlibur di Belitung. Kami juga senantiasa menyempurnakan content dan aplikasi di BelitungIsland.COM untuk memudahkan rencan liburan anda. Jika pembaharuan tidak akan secepat yang anda harapka atau memerlukan informasi yang tidak tercakup pada pembaharuan ini silahkan hubungi kami.

Belitungisland.COM adalah website pertama yang menyediakan informasi wisata dan liburan di Belitung sejak tahun 1999. Kami juga adalah perusahaan penyelenggara Layanan Paket Wisata pertama dan terbesar di Belitung. Jumlah wisatawan dan jumlah trip yang sudah memanfaatkan layanan kami selalu terupdate di website ini. Tugas kami adalah membuat liburan anda di Belitung lebih menyenangkan !

1 - 15    16 - 30    31 - 45    46 - 60    61 - 75    76 - 90    91 - 105    106 - 120    





  • 29 May 2015
    Air Terjun Burung Mandi Simpan Potensi Mengagumkan

    POTENSI alam Belitung tak hanya unggul di panorama pantainya yang mempunyai karakteristik tersendiri diantara pantai-pantai di Indonesia. Beberapa lokasi wisata selain pantai juga mempunyai potensi untuk dikembangkan. Salah satunya air terjun di Desa Burung Mandi, Damar, Beltim.

    Lokasi ini tergolong jarang dikunjungi masyarakat sekitar maupun wisatawan. Air terjun dengan ketinggian sekitar 7 meter ini terletak di lereng bukit yang memisahkan Desa Burung Mandi dan Desa Mempayak. Berada di ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut (mdpl), air terjun ini menyajikan trek menantang.

    Meskipun memiliki trek menantang, namun akses jalan ke lokasi air terjun terbilang tak terlalu sulit. Bagi pecinta haiking, trek yang disajikan ke lokasi air terjun sangat sesuai. Kendaraan roda dua bisa masuk hingga lokasi air terjun. Hanya membutuhkan waktu 20 menit juga menggunakan sepeda motor.

    Sedangkan bagi pengendara mobil harus menempuh jarak lumayan jauh dengan berjalan kaki. Pengunjung bisa menikmati alam bebas dengan udara perbukitan sejuk. Sebelum lokasi air terjun, pengunjung disambut dua aliran sungai kecil. Air di sungai tersebut masih sangat bersih.

    Pihak desa merencanakan air terjun tersebut sebagai obyek wisata alam terbuka. Upaya tersebut diawali dengan proses perubahan status kawasan hutan menjadi hutan kemasyarakatan. Setidaknya lahan seluas 200 hektar di sekitar lokasi masuk dalam rencana tersebut.

    "Rencana kita memang sudah ada. Termasuk pengelolaan langsung dari masyarakat kita," sebut Kades Burung Mandi, Sudarsono. (*)

    Rute menuju air terjun Desa Burung Mandi: Jalan Raya Kelapa Kampit masuk melalui Jalan Dam II. Melintas di jalan tanah merah ini sekitar 20 menit menggunakan sepeda motor. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 8 May 2015
    Dua Bus Mewah Layani Wisatawan di Belitung

    BELITUNG sebagai destinasi wisata baru di Indonesia semakin memperkuat infrastrukturnya. Kali ini pemerintah daerah membidik transportasi untuk pelayanan wisatawan yang mengunjungi Belitung. Setidaknya dua bus milik pemerintah telah hadir di Belitung.

    Dua bus dengan masing-masing berkapasitas 22 seat ini merupakan hibah dari Kementerian Perhubungan RI untuk pemerintah daerah setempat. Bus ini dikelola Perum Damri untuk melayani wisatawan yang mengunjungi Belitung.

    Bus tersebut untuk mendukung armada angkutan moda di Kabupaten Belitung. Rencananya bus ini akan digunakan sebagai pemandu moda. Bus akan digunakan untuk pemandu dari titik kedatangan penumpang sampai kepada titik tujuan penumpang.

    Artinya bus ini akan melayani penumpang dari Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan hingga ke pusat kota dan titik-titik wisata di daerah Sijuk. Pertimbangannya adalah kunjungan wisatawan ke Belitung yang semakin meningkat setiap tahunnya.

    Perkembangan pariwisata yang ditandai dengan makin meningkatnya kunjungan wisatawan sebagai alasan pemerintah daerah mengejar hibah tersebut. Hal ini untuk meningkatkan pelayanan terhadap para pengunjung yang ingin menikmati panorama Belitung.

    Tarif untuk mendapatkan pelayanan bus yang dilengkapi air conditioner (AC), video, bagasi di dalam dan pintu hydrolic ini akan mengacu pada SK Gubernur Kepulauan Babel. Dua unit bus ini dalam beroperasi dan sehari-harinya ngepos di Terminal Penumpang Tanjungpandan.

    Bagi wisatawan yang kebingungan soal transport di Belitung bisa mengandalkan bus ini. Setibanya di bandara, bus ini akan menyambut penumpang dan mengantarkan ke hotel-hotel atau penginapan yang dituju pada wisatawan.


     0 komentar    tulis komentar



  • 14 May 2015
    Daerah Penggiat Kesenian Dulmulok Ingin Jadi Desa Adat

    DESA Kembiri di Kecamatan Membalong, Belitung ingin ditetapkan sebagai desa adat. Keinginan ini sebagai bentuk dukungan masyarakat desa setempat terhadap pembangunan sektor pariwisata oleh pemerintah daerah. Sehingga nantinya desa ini juga menjadi salah satu destinasi wisata.

    Keinginan tersebut disampaikan tokoh masyarakat desa setempat saat menggelar Maras Taun, Minggu (10/5) di depan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Babel dan beberapa pejabat Pemkab Belitung. Tokoh masyarakat desa setempat berharap pemda merealisasikan usulan penetapan desa adat ini.

    Sar'ie, tokoh masyarakat Desa Kembiri mengatakan keinginan tersebut muncul dari masyarakat desanya. Selama ini masyarakat Desa Kembiri tetap menjaga kesenian-kesenian daerah agar tetap eksis ditengah era modern.

    Kegiatan tradisional yang masih rutin dilaksanakan di desa tersebut antara lain nirok nanggok. Kegiatan mencari ikan secara tradisional ini dilakukan setiap tahunnya. Pembinaan kesenian tradisional lainnya seperti campak dan dulmulok juga dilakukan.

    "Jadi untuk dulmulok ini ada dua grup, satu grup dewasa dan yang satunya anak-anak SD. Mereka sudah diajari dan dibina untuk melestarikan kesenian ini," papar Sar'ie.

    Desa adat ini akan menambah referensi pariwisata ke Belitung kedepannya. Saat ini Belitung sebagai destinasi wisata baru masih mengandalkan potensi alam pantainya untuk mendongkrak pariwisata. Desa wisata ini diharapkan mendongkrak Belitung sebagai destinasi wisata dengan memperkuat kesenian dan kebudayaan. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 10 May 2015
    Homestay Sediakan Suasana Lain Menginap di Belitung

    WISATAWAN yang berkunjung ke Belitung tak harus mengeluarkan biaya besar untuk menginap selama di Negeri Laskar Pelangi. Fasilitas menginap di Belitung tak hanya hotel melati hingga hotel berbintang. Namun juga dilengkapi dengan penginapan dan homestay yang menawarkan tarif jauh lebih murah.

    Puluhan homestay tersedia di Desa Keciput, Sijuk yang menjadi icon pariwisata Belitung saat ini. Selain bertarif murah meriah, beberapa keunggulan juga bisa dirasakan wisatawan yang menginap di homestay yang disediakan warga sekitar.

    Desa Keciput yang memiliki Pantai Tanjung Kelayang sebagai obyek wisata, juga sebagai akses wisatawan yang akan berkunjung ke beberapa pulau indah di kawasan Sijuk. Diantaranya Pulau Lengkuas, Pulau Burung, dan Pulau Babi melalui Pantai Tanjung Kelayang.

    Homestay dibangun warga desa sekitar mulai tahun 2010 lalu. Event Sail Indonesia menjadi pemicu warga menyediakan kamar-kamar bagi para pelancong yang berdekatan dengan lokasi sail. Puncaknya saat Sail Wakatobi Belitong 2011 lalu, dimana seluruh hotel di Belitung penuh.

    Saat itu Wapres RI Boediono dan para menteri menghadiri sail, sehingga banyak kunjungan ke Belitung. Termasuk awak media yang ingin meliput acara tersebut. Homestay menjadi pilihan lantaran akses menuju lokasi Tanjung Kelayang sangat dekat.

    Menginap di homestay tergolong sangat murah, rata-rata tarifnya hanya berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per malam. Keramahan penduduk sekitar dan suasana desa menjadi nilai plus menginap di homestay. Pelancong juga bisa melihat aktivitas masyarakat sekitar dalam kesehariannya.

    Menu makanan tradisional juga bisa dirasakan untuk memanjakan lidah pelancong. Pelancong yang menginap di homestay bisa memesan menu makanan tradisional untuk mengisi perut. Tarifnya tergantung kebijakan pemilik homestay, bisa sebagai hidangan gratis atau cukup mengganti uang belanja yang tak seberapa.

    Homestay di desa ini juga berarti dekat dengan pusat-pusat kerajinan masyarakat. Pelancong bisa melihat langsung proses pembuatan kerajinan dan membelinya sebagai cinderamata ke tempat pembuatnya langsung. Tentunya dengan harga lebih murah. Sangat sesuai untuk backpacker.

    Tokoh masyarakat desa setempat, Sukardi mengatakan saat ini jumlah homestay di desanya bertambah hingga menjadi 30 home stay. Tingginya tingkat kunjungan ke Belitung juga sangat berpengaruh bagi perekonomian masyarakat sekitar.

    "Masyarakat desa ini tetap berharap besar mendapat penghasilan dari naiknya sektor pariwisata dengan semakin bertambahnya usaha homestay bagi wisatawan di desa ini," ujar Sukardi. (*)

    Daftar Homestay di Sijuk
    1) Untung Irawan Jl. Tanjung Kelayang RT 06 RW 02 Telp: 081977876748
    2) Jumhadi Jl. H. Sa'i Deramad RT 004 RW 001 Telp: 08197898590
    3) Hairruddin Jl. Tanjung Tinggi RT 07 RW 05 Telp: 081929720248
    4) Muhadi Jl. Tanjung Tinggi RT 08 RW 03 Telp: 081929639148
    5) Leo Suhendar Jl. Sijuk RT 002 RW 001 Telp: 081929695367
    6) Dahrin Jl. Tanjung Kelayang RT 06 RW 02 Telp: 081929724284
    7) Mardin Jl. Tanjung Tinggi RT 12 RW 04 Telp: 081271812723
    8) Megawati Jl. Tanjung Kelayang RT 04 RW 02 Telp: 081929705911
    9) Jasnati Jl. Tanjung Kelayang RT 06 RW 02 Telp: 081929503815
    10) Jasmine (Junaidi Saei) Jl. Sekolah Sijuk RT 03
    11) Mawar (Subarkat) Jl. Sekolah Sijuk RT 03
    12) Melati (Halil) Jl. Sekolah Sijuk RT 03
    13) Yuda Firmansyah Ds. Tanjung Binga
    14) Hermanto Ds. Tanjung Binga
    15) Armawati Ds. Tanjung Binga
    16) Arman Amat Ds. Tanjung Binga


     0 komentar    tulis komentar



  • 6 May 2015
    Mandik Besimbor Ingin Dikenal Bagian dari Pariwisata Belitung

    PROSESI perkawinan adat Selat Nasik mewarnai puncak perayaan Maras Taun 2015 di Selat Nasik, Minggu lalu. Prosesi perkawinan adat ini mengingatkan ribuan masyarakat yang menyaksikan acara tersebut akan tradisi nenek moyang Selat Nasik.

    Kegiatan ini dimulai dengan arak-arakan pengantin lelaki. Pria yang berlaku sebagai pengantin ini dipanggul empat orang dengan diiringi tabuhan rebana. Pengantin pria ini diarak menuju kediaman mempelai wanita. Setelah sampai di kediaman mempelai wanita, prosesi dilanjutkan dengan seserahan barang bawaan.

    Berbagai barang seserahan dibawa saat arak-arakan tersebut. Satu perlengkapan yang dibawanya diantaranya sirih. Kedua mempelai disandingkan dalam pelaminan di depan para tamu undangan dan hadirin. Prosesi perkawinan adat ini tak hanya sampai disini, namun masih ada beberapa tahapan yang mempunyai filosofi tersendiri.

    Prosesi dilanjutkan dengan mandik besimbor. Mandik besimbor yang berarti mandi saling mengguyur mempunyai arti mensucikan kedua mempelai. Prosesi ini dilakukan dengan cara meniramkan air sebanyak tujuh kali kepada pasangan pengantin. Diharapkan keduanya dalam keadaan bersih lahir dan bathin saat memulai mengarungi bahtera rumah tangga.

    Kedua mempelai juga harus melewati rentang benang sebanyak tujuh kali. Benang yang direntangkan berbentuk persegi ini harus dilangkahi secara bersamaan. Proses ini bermakna bahwa setiap rumah tangga pasti akan menghadapi rintangan. Untuk mengatasi rintangan tersebut, pasangan pengantin harus melewati proses bekace dan lilin.

    Cahaya lilin menandakan dalam kehidupan rumah tangga selalu terang. Sedangkan bekace atau berkaca agar kedua mempelai bisa selalu mawas diri dalam menghadapi rintangan. Yakni dengan selalu introspeksi diri.

    Kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya nenek moyang dalam bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. Akhirin yang merupakan ketua panitia kegiatan mengatakan kegiatan ini untuk menunjukkan potensi yang ada demi mendukung pariwisata Belitung. Sehingga bisa lebih dikenal oleh para wisatawan.

    "Kegiatan ini menjadi momen untuk mempromosikan daerah kami sehingga suatu saat bisa menjadi tujuan pariwisata di Kabupaten Belitung," kata Akhirin. (*)

    Prosesi Perkawinan Adat Selat Nasik
    * Ngelamar
    * Mancang Ari
    * Ngantar Jajak Gede
    * Prosesi Pernikahan Payong Lilin yang dilaksankan malam hari
    * penentuan tanggal pernikahan
    * Arak-arakan mempelai laiki-laki
    * Berebut lawang
    * Penganten Dudok
    * Seserahan Antaran
    * Mandik besimbor
    * Rentang Benang
    * Bekace Lilin
    * Nginjak Teluk dan Belari


     0 komentar    tulis komentar



  • 2 May 2015
    Andrea dan Anak Smanda Akan Tampil di Televisi Jerman

    NOVELIS kenamaan asal Belitung, Andrea Hirata akan tampil di stasiun televisi di Jerman. Penulis novel Laskar Pelangi ini akan tampil bersama siswa-siswi kelas XII SMA Negeri 2 (Smanda) Tanjungpandan. Pengambilan gambar sudah dilakukan dua pekan lalu di Smanda, dimana Andrea dan televisi Jerman menyambangi sekolah tersebut.

    Pihak sekolah yang menggelar bimbingan karir bagi siswa-siswinya yang akan lulus tahun ini mendatangkan langsung Andrea Hirata dan sebuah stasiun televisi dari Jerman. Andrea menceritakan pengalamannya mengenyam pendidikan tinggi di hadapan siswa-siswi yang duduk lesehan di lantai.

    Selain itu Andrea dan para pelajar ini juga mempertunjukkan kesenian yang menjadi santapan bagi jurnalis Jerman. Hasil pengambilan gambar tersebut rencananya juga akan menjadi bahan liputan untuk ditampilkan dan disaksikan masyarakat Jerman.

    Hal ini menjadi nilai positif bagi Belitung sebagai destinasi wisata yang tergolong baru di Indonesia. Melalui penyajian liputan media Jerman tersebut diharapkan masyarakat Jerman akan tertarik berkunjung ke Belitung. Sehingga kunjungan wisatawan mancanegara juga meningkat.

    Kepala Smanda Tanjungpandan, Fajeri mengatakan pengalaman yang diceritakan Andrea di hadapan para pelajar diharapkan memberi pengalaman para pelajar dalam menempuh pendidikan selanjutnya. Sehingga pelajar tidak hanya mengejar nilai tinggi, namun juga memiliki pandangan memilih pendidikan selanjutnya.

    Keberhasilan Fajeri dalam mendatangkan Andrea bukan tanpa sebab. Pasalnya Fajeri merupakan teman kecil Andrea. Bahkan dalam mendatangkan Andrea, Fajeri dan pihak sekolah tak mengeluarkan biaya sedikitpun.

    "Apalagi liputan ini nantinya akan ditampilkan di Jerman. Saya harap Andrea menginspirasi anak-anak, pendidikan juga bisa diraih sekalipun orang tak mampu secara ekonomi," ujar Fajeri.


     0 komentar    tulis komentar



  • 1 May 2015
    Kuliner Belitung Juga Tersedia Mobil Resto

    Solusi Icip-icip Kuliner Belitung

    TAK perlu khawatir memikirkan soal konsumsi bagi wisatawan yang berkunjung ke Belitung. Saat ini Rumah Makan Dapor Sakato berinovasi melayani masyarakat menggunakan Mobil Resto Dapor Sakato. Sehingga penjaja kuliner tak harus mendatangi rumah makan.

    Rumah Makan Dapor Sakato yang terletak di Jalan Depati Gegedek, Kelurahan Kota, Tanjungpandan ini biasa menghidangkan menu masakan Padang dan masakan khas Belitung. Bagi wisatawan yang ingin menikmati masakan Belitung layanan rumah makan ini sangat sesuai.

    Operasional mobil kuliner ini dari pukul 8.00 WIB hingga 16.00 WIB setiap harinya. Mobil ini akan stand by di kawasan wisata Pantai Tanjungpendam setiap Minggu. Penikmat bisa makan di lokasi mobil resto ini stand by maupun memesan dalam kemasan.

    Selain lokasi itu, mobil resto ini juga biasa stand by di kawasan RSUD dr H Marsidi Judono maupun lokasi-lokasi lain yang sedang digelar event. Pengelola rumah makan berinovasi dengan mobil resto untuk memberikan pelayanan ekstra dan menjangkau pangsa pasar lebih luas.

    Setidaknya ada 20 hingga 30 jenis menu hidangan tersedia dalam mobil resto, baik menu masakan Padang maupun khas Belitung. Meskipun menggunakan layanan mobil, namun pihak pengelola tak membedakan harga. Harga sama bila pembeli memesan di rumah makannya.

    Mobil Resto Dapor Sakato juga melayani jika ada konsumen yang ingin layanan katering menggunakan mobil resto. Layanan ini sangat sesuai bila rombongan wisatawan yang tak mau repot untuk mendatangi rumah makan. Tinggal pesan, mobil resto akan meluncur mendatangi.

    Minimal pesanan untuk katering ini tergantung jarak. Jika jaraknya jauh, minimal 50 porsi ke atas. Akan tetapi kalau untuk wilayah Tanjungpandan, pesanan 20 porsi atau 30 porsi masih dilayani. So jangan ambil pusing kuliner di Belitung. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 24 Apr 2015
    Maras Taun Warisan Budaya Nenek Moyang

    WARISAN budaya Maras Taun melengkapi keanekaragaman adat istiadat Belitung sebagai destinasi wisata. Kegiatan rutin yang dilaksanakan masyarakat setiap tahun ini merupakan kegiatan adat untuk menunjukkan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil panen.

    Biasanya Maras Taun digelar oleh masyarakat kampung dengan ritual adat yang dipimping dukun kampong setempat. Selain sebagai rasa syukur, dalam Maras Taun juga digelar ritual tolak balak untuk membersihkan kampung dari hal-hal jahat yang mengganggu masyarakat.

    Berbagai keperluan juga ritual adat juga disiapkan dalam setiap Maras Taun, diantaranya kesalan, garu/dupa, tepung tawar sebagai tanda kegiatan maras taun serta air. Setelah ritual yang dipimpin dukun kampong, dilakukan pembersihan kampung menggunakan kesalan (daun neruse dan air).

    Dalam setiap gelaran budaya nenek moyang ini juga tak meninggalkan lepat sebagai sajian. Selain itu juga adanya pertunjukkan kesenian khas melayu Belitong serta ajang menampilkan produk unggulan daerah semacam pasar mini yang diadakan masyarakat.

    Daerah yang secara rutin menggelar Maras Taun dengan skala cukup besar adalah Kecamatan Selat Nasik. Dalam pekan ketiga bulan April 2015 ini masyarakat menggelar Maras Taun selama tujuh hari. Acara puncak akan digelar Minggu (26/4).

    Selama sepekan ini, berbagai kegiatan digelar. Dari hiburan rakyat, perlombaan serta kesenian daerah untuk memeriahkan event tahunan ini. Kegiatan ini juga sebagai upaya memperkenalkan pariwisata Selat Nasik sebagai bagian dari pendukung pariwisata di Belitung.

    Event tersebut juga patut untuk disaksikan para wisatawan dari dekat untuk mengenal keunikan budaya asli Belitung. Berbagai daerah di Belitung biasa menggelar kegiatan budaya ini pada April atau musim panen setiap tahunnya. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 13 Apr 2015
    Andrea Hirata Tampil di Bansai

    BELITUNG tak bisa dilepaskan dengan Film Laskar Pelangi. Nama Belitung booming setelah film garapan sutradara Riri Riza yang diangkat dari novel karangan Andrea Hirata. Pulau terbesar kedua ini juga dikenal dengan sebutan Negeri Laskar Pelangi.

    Sejak dirilis 26 September 2008 lalu dan terus untuk mempopulerkannya, setiap tahun digelar Festival Laskar Pelangi (FLP). Tahun 2015 ini merupakan tahun keempat digelar FLP. Andrea Hirata yang juga pengagas FLP hadir di depan penonton dalam Festival Laskar Pelangi IV tahun 2015 on the road, Jumat (10/4) malam lalu.

    Berlokasi di Warung Kopi (Warkop) Bansai, Terminal Kota Tanjungpandan di Jalan Depati Gegedek, Andrea Hirata menggandeng musisi-musisi jazz. Diantaranya Meda Kawu, Kevin Joshua dan musisi jazz asal Jepang serta sejumlah seniman Belitong.

    Perpaduan musik jazz dan tarian pendulang timah ditampilkan dalam FLP ini. Selain menampilkan musik jazz dan tarian pendulang timah, masyarakat juga disuguhi berbagai atraksi seni. Mulai dari musikalisasi puisi penampilan musik budaya Belitung yang ditampilkan beberapa pelajar serta musik masa kini.

    Andra Hirata menyebutkan FLP ini telah rutin dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap kegiatan ini akan terus dilakukan setiap tahunnya. Kegiatan ini, lanjut Andrea, sebagai upaya mendukung perkembangan budaya di Belitung.

    "Tujuan besar kita lakukan untuk ekonomi Belitung dan tentunya pariwisata Belitung. Penyelenggaraan keempat Festival Laskar Pelangi mudah-mudahan terus sukses menjadi even yang ditunggu masyarakat dan berkelas nasional," kata Andrea Hirata disela penampilannya.

    Festival Laskar Pelangi IV 2015 rencananya akan digelar hingga bulan Mei mendatang sebagai acara puncak. Pada puncak kegiatan ini direncanakan akan banyak melibatkan koreografer hebat untuk mendukung acara.

    "Saya senang sekali dilaksanakan di sini (Warkop Bansai, red), jadi ruang publik kita semakin bertambah," kata Andrea. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 12 Apr 2015
    Biro Perjalanan Malaysia Datang ke Belitung

    BEBERAPA Biro Perjalanan asal negeri Jiran, Malaysia dipastikan turut serta dalam Pelangi Travel Mart 2015 di Pulau Belitung, 13-16 April ini. Hal ini membuka peluang meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), khususnya dari Malaysia ke Negeri Laskar Pelangi.

    Pelangi Travel Mart 2015 merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi, potensi dan aktivitas wisata di Bangka Belitung.

    Selain beberapa Biro Perjalanan dari Malaysia, kegiatan ini juga dipastikan akan diikuti puluhan Biro Perjalanan dari seluruh Nusantara. Kegiatan utama Pelangi Travel Mart merupakan memperkenalkan Belitung kepada Biro Perjalanan dengan harapan pelaku wisata ini mengajak tamu berkunjung ke Belitung.

    Kegiatan akan dilakukan di Pasar Lipat Kajang Manggar, Gantong, KV Senang (Tanjungpandan) dan beberapa obyek wisata di Belitung maupun Beltim. Pelangi Travel Mart kali ini mengunggah tema eksotisme Bangka Belitung.

    Pembukaan kegiatan akan dilaksanakan di Pasar Lipat Kajang Manggar, Senin (13/4) besok dengan tema Nusantara. Sedangkan penutupan kegiatan akan dilaksanakan di KV Senang, pusat Kota Tanjungpandan pada 16 April mendatang.

    Dalam kegiatan ini juga akan digelar Expo Pariwisata di kawasan KV Senang selama pelaksanaan Pelangi Travel Mart. Selain itu juga diramaikan lomba mewarnai tema bawah air tingkat TK pada 15 April di lokasi Expo Pariwisata.

    Sedangkan kegiatan untuk memperkenalkan Belitung kepada para peserta Pelangi Travel Mart, panitia menyusun berbagai kegiatan. Diantaranya fam trip, bussines to bussines, exhebition, classic bike tour dan amazing race.

    Pembukaan kegiatan rencananya akan dilakukan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi dan ditutup Bupati Belitung Sahani Saleh. Kegiatan promosi wisata Babel ini sengaja dilakukan di Belitung atas persetujuan para pelaku wisata, pihak hotel, toko oleh-oleh dan pihak-pihak pemangku kepentingan lain. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 11 Apr 2015
    Maladewa-nya Indonesia Di Belitung

    BELITUNG mengandalkan keindahan pulau-pulau pesisir dalam mengembangkan pariwisatanya. Hamparan pasir putih nan lembut serta birunya air laut menjadi keunggulan pantai-pantai di Belitung. Ditambah lagi keunikan batu granit dengan ukuran besar sebagai ciri khas pantai.

    Kondisi ini dinilai tak jauh berbeda dengan Maladewa, negara kepulauan di Samudera Hindia. Bahkan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dikabarkan mencanangkan Belitung sebagai Maladewa-nya Indonesia. Pencanangan ini pula yang membawa Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuziy datang ke Belitung akhir pekan lalu.

    "Saya memang sengaja untuk ke Belitung dulu karena tertarik dengan pencanangan Belitung sebagai Maladewa-nya Indonesia oleh Menteri Pariwisata. Makanya saya harus lihat langsung," kata Romahurmuziy ditemui di kawasan wisata Pantai Tanjungpendam.



    Bersama sekitar 40 pengurus harian DPP PPP lainnya, Romahurmuziy menikmati keindahan Pulau Belitung. Beberapa lokasi wisata seperti Pulau Burung, Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, Pantai Tanjungtinggi dan Pantai Tanjung Kelayang memanjakan penglihatan para pengurus PPP ini.

    Bahkan Romahurmuziy dan beberapa rekannya menyempatkan bermain di Pantai Tanjung Kelayang, Sijuk. Jet Sky menjadi kuda besinya menyeberangi lautan jernih di sepanjang pantai. Snorkling juga dilakukan untuk menikmati keindahan bawah laut di beberapa spot sekitar Pulau Lengkuas.

    Romahurmuziy mengakui Belitung memiliki potensi yang sangat luar biasa di sektor pariwisata. Bahkan beberapa item penting sudah mendukung aktivitas pariwisata, diantaranya keramahan masyarakatnya dan infrastruktur jalan yang ada di Belitung.

    "Menurut saya sudah mulai bergeliat, masyarakatnya juga sudah mulai menyiapkan diri untuk disana. Intinya adalah hospitality. Artinya keramahan masyarakat untuk menerima wisatawan," papar Romahurmuziy. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 9 Apr 2015
    Sambel Pelangi Tambah Cita Rasa Belitung

    BERWISATA ke Belitung tak hanya bisa menikmati panorama keindahan alamnya saja. Namun para wisatawan juga bisa mencicipi kenikmatan kuliner di Belitung. Salah satu menu makanan yang tersedia di Belitung adalah ayam goreng kampung pelangi di Pondok Ayam Kampung Mbah Saerah.

    Berlokasi di Jalan Sabar, Kelurahan Kota, Tanjungpandan, Pondok Ayam Kampung Mbah Saerah mengandalkan menu makan ayam goreng kampung dengan sambal pelangi. Disebut sambal pelangi karena memiliki lebih dari satu warna, hal ini karena jenis sambal pelangi juga lebih dari satu. Diantaranya sambal terasi, sambal ijo dan sambal serai.

    Selain ayam kampung, penikmat kuliner juga bisa memilih ayam jenis lain sebagai sajiannya. Karena pengelola rumah makan juga menyediakan ayam broiler. Ayam tersebut bisa dimasak menjadi ayam goreng laos maupun ayam goreng serai yang khas Belitung, tinggal menyesuaikan lidah penikmat.

    Harga menu spesial ini tergolong tak banyak menguras isi dompet penikmat kuliner. Sangat terjangkau bagi wisatawan, namun dengan sajian tak layaknya rumah makan berkelas.

    Satu paket ayam kampung goreng terdiri dari nasi, ayam kampung, sayur asem atau sop (konsumen bisa memilih salah satu), sambel pelangi, dan lalap hanya dibandrol Rp 25.000. Sedangkan untuk satu paket ayam broiler goreng dijual Rp 15.000.

    "Ciri khasnya disini sambal pelangi. Salah satunya sambel serai ini khas Belitung. Dan yang paling laku adalah sambel serai. Pengunjung dari luar juga bisa mencicipi khas Belitung," ujar Ririn Faizal, pengelola Pondok Ayam Kampung Mbah Saerah.



    Semula menu ini tersedia di rumah makan mobil di kawasan Pantai Tanjungpendam setiap hari Minggu sejak November 2014. Namun sejak pertengahan Februari 2015, pengelola mendirikan pondok rumah makan di Jalan Sabar, di halaman rumahnya. Namun khusus hari Minggu tetap berjualan di kawasan Pantai Tanjungpendam.

    Bagi penikmat kuliner yang tak sempat mengunjungi lokasi rumah makan, pengelola juga menyediakan layanan delivery order. Untuk lokasi pengorder di Kelurahan Kota, bisa order dengan jumlah satu atau dua porsi. Sedangkan di luar lokasi tersebut biasanya di atas dua paket. (*)

    Menu Lain Pondok Ayam Kampung Mbah Saerah:
    - Gangan
    - Nasi uduk
    - Pecel Madiun
    - Gado-gado
    - Pecel Belitung


     0 komentar    tulis komentar



  • 3 Apr 2015
    Grand Orion Hotel Hadir di Belitung

    BELITUNG sebagai destinasi wisata baru menjadi magnet tersendiri bagi investor di bidang perhotelan. Setelah beberapa hotel berbintang, bahkan ada hotel bintang lima hadir di Belitung, kini sarana menginap wisatawan semakin lengkap dengan kehadiran Grand Orion Hotel di Jalan Pattimura, Kelurahan Tanjungpendam, Tanjungpandan.

    Berdiri dengan 57 kamar yang terdiri dari 12 kamar tipe duluxe dan 47 kamar tipe standar, Grand Orion Hotel siap memberikan pelayanan kepada para tamu yang mengunjungi Belitung. Kamar tipe standar cukup luas dengan ukuran 4 meter x 5 meter. Sedangkan kamar tipe deluxe berukuran 5 meter x 7 meter.

    Grand Orion Hotel mulai beroperasi menerima tamu pada 20 Maret 2015 lalu. Namun pada masa soft opening ini, kamar yang dibuka untuk melayani tamu baru lantai tiga dan lantai dua dengan total 38 kamar. Sementara yang belum dibuka sekitar 19 kamar.

    Pihak manajemen langsung menggaet para pelaku tour and travel untuk menjadi mitra kerja meningkatkan okupansi. Manajemen Grand Orion Hotel menggelar pertemuan dan makan siang bersama tour and travel di Belitung pada Sabtu (28/3/2015) lalu.

    "Silaturahmi. Kerjasama untuk saling membuat program, membuat paket tour. Kita juga kerjasama untuk kegiatan Pelangi Travel Mart mendatang," kata General Manager Grand Orion Hotel, Bagus Hidayat.

    Gehadiran Grand Orion Hotel dinilai sebagai spirit baru bagi pariwisata Belitung. Keberadaannya meyakinkan kita bahwa pariwisata adalah masa depan Belitung. Selain itu juga bisa menambah variasi akomodasi di Belitung bagi para wisatawan.

    Hal tersebut memungkinkan wisatawan semakin memiliki banyak pilihan. Dan marketing network (jaringan pemasaran) semakin luas karena tentunya Grand Orion Hotel sudah memiliki segmentasi sendiri. Hal ini menyebabkan Belitung semakin dikenal secara luas. (*)


     0 komentar    tulis komentar



  • 25 Mar 2015
    Tugu Pahlawan Desa Air Seruk, Ingatkan Perjuangan Rakyat Belitung

    BELITUNG sebagai destinasi wisata baru di Indonesia tak hanya mengandalkan potensi keindahan alamnya saja. Beberapa tempat di Belitung mempunyai sejarah perjuangan rakyat setempat saat penjajahan Belanda. Salah satunya di Desa Aik Seruk, Kecamatan Sijuk.

    Perang antara pejuang setempat dengan para penjajah pecah saat zaman kolonial puluhan tahun lalu, tepatnya pada 25 November. Pada titik terjadinya peperangan tersebut, dibangun tugu pahlawan untuk mengenang jasa-jasa para pejuang mengusir penjajah.

    Di sekitar Tugu Pahlawan Desa Aik Seruk ini juga terdapat tembok yang terbentang dan tergambar relief perjuangan para pahlawan. Pembangunan tugu tersebut sudah sejak lama, namun baru-baru ini pemerintah desa setempat dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Belitung memugar kembali.

    Setiap tanggal 25 November, lokasi tersebut juga sebagai pusat peringatan perjuangan melawan penjajah. Diantaranya dengan menggelar upacara pengibaran bendera merah putih untuk mengenang perjuangan para pahlawan melawan para penjajah yang menguasai Negeri Laskar Pelangi.

    "Kegiatan rutin dilakukan setiap 25 November, dari upacara yang diikuti aparat desa dan siswa sekolah serta tokoh masyarakat juga diadakan acara seperti jalan santai," ujar Sekretaris Desa Aik Seruk, Suminem.

    Saat ini juga tengah dibangun kantin-kantin tepat di sebelah lapangan tugu pahlawan tersebut. Hal ini bertujuan untuk mendukung area tugu pahlawan ini sebagai lokasi kunjungan wisatawan. Sehingga pengunjung juga bisa merasa nyaman di area tersebut.

    Para pengunjung bisa mengetahui perjuangan masyarakat Belitung melawan penjajah melalui relief yang tergambar di tembok sekitar tugu. Selain itu juga melalui penjelasan pemerintah desa setempat maupun para guide yang mendampingi wisatawan.

    Tugu pahlawan ini cukup mudah dijangkau wisatawan, yakni tepat di pinggir Jalan Sijuk, Desa Aik Seruk. Dari pusat Kota Tanjungpandan berjarak sekitar 17 KM. Di sisi area tugu juga terdapat aliran sungai kecil yang berair cukup jernih. (*)


     0 komentar    tulis komentar



1 - 15    16 - 30    31 - 45    46 - 60    61 - 75    76 - 90    91 - 105    106 - 120    
LIVE CHAT
Call +62 719 22 890
XL: +62 878 9649 7007 
TSEL: +62 812 6035 5212 
Weekday 09.00 - 18.00 (GMT+7) 
21,241 wisatawan
dalam 2,214 trip


telah berkunjung ke Belitung
dengan Paket Wisata kami
Ayo ikutan bergabung !
Simulasi Paket Wisata
 Lighthouse Package
 Fotografer Package
 Honeymoon Package
 Laskar Pelangi Tour
Tanggal berangkat
2 Hari 1 Malam
3 Hari 2 Malam
4 Hari 3 Malam
Kode Promo
Peserta
  
We accept payment by:  
Airline partners:  
 
 
Festival Laskar Pelangi - NOW
Media Partner


Central City
Paket 3 hari 2 malam
Rp 1,505,000/orang
untuk group 4 peserta
Tinggal 2 malam di hotel Central City, tour pantai-pantai dan pulau-pulau di Belitung, termasuk sarapan, makan siang, makan malam, makanan ringan dan minuman, sewa kendaraan dan perahu, pemandu wisata berpengalaman.
Untuk group jumlah peserta yang berbeda, isi form di bawah ini
PAKET WISATA
- Mengunjungi keindahan pantai pasir putih: Tanjung Tinggi, Tanjung Kelayang, Tanjung Binga

- 3 hari 2 malam hotel setara bintang 2 menghadap pantai berpasir putih

- 24 jam rental kendaraan untuk transportasi darat

- Naik perahu ke pulau-pulau kecil Lengkuas & Burung

- Full meal: makan siang, makan malam, sarapan

- Itenary lengkap dengan pemandu wisata

Apa yang dikatakan pengunjung ?
Trip yang sangat menyenangkan ke belitung. Tour yang kami dapat tidak seperti tour rombongan besar tetapi walaupun kami hanya ber 4 tetapi kami dengan bebas mengatur waktu dan rute perjalanan kami. Tour guidenya ramah, hotelnya pun walaupun bintang 3 bersih dan terawat. Yang membuat kangen adalah warung kopi pak Ake yang nikmatnya ampun2an.

Pantainya juga bagus bagus sayang karangnya yang sudah mulai banyak yg mati. Pengunjung maupun pemerintah kota harus cepat melestarikan terumbu karangnya.
Nawangsari
Indonesia, Jakarta
Trip#P5072: 11 May 2012
tulis testimony write new
Tanjung Kelayang

Apa yang dikatakan pengunjung ?
p.belitung bagus sekali.. alhamdulilah Tuhan sudah memberikan pulau yang sangat indah tersebut di Indonesia.. terimakasih untuk mas vicky yang sudah mengantar kami keliling pulau.. terimakasih untuk travel belitungisland.com sudah memberikan layanan yang baik, sehingga kami bisa berlibur dengan menyenangkan.. moga2 kami bisa kembali berlibur disana..
julianti hd
Indonesia, Jakarta
Trip#p4604: 17 May 2012
tulis testimony write new
Lindung Soemarhadi
Photo Gallery

Apa yang dikatakan pengunjung ?
@Batu Berlayar : berbagi senyum *mumpungmasihcerah ;D
Johannes Panjaitan dan Ratu Intan
Indonesia, Jakarta
Trip#P3631: 5 Oct 2011
tulis testimony write new
Kota Tanjungpandan
Informasi seputar kota Tanjungpandan
Wisata kota dan tempat menarik

Apa yang dikatakan pengunjung ?
hai....belitungisland.com, sy jd kebanjiran pertanyaan nih dr teman2 ttg belitung. plg gampang ksh alamat situsnya deh. saya enjoy banget deh...soalnya tinggal duduk manis, smua dah beres, smua diliat, smua makanan dicobain. tks pa jul, dah sabar sm saya+ponakan yg penakut banget sm laut.....khususnya wkt snorkling yg mendebarkan.... anyway nice views
kusnah
Indonesia, Jakarta
Trip#P3700: 5 Sep 2011
tulis testimony write new
Snorkeling in Belitung

Apa yang dikatakan pengunjung ?
Sunrise @ Tanjung Binga :).
Taking by Mr. Erick, our tour guide from Belitung Island :D

Maya dkk
Indonesia, Jakarta
Trip#P3421: 8 Jul 2011
tulis testimony write new
Cinderamata dari Belitung

Apa yang dikatakan pengunjung ?
Belitung ?? four thumbs up !! very nice place to visit. ;)
Indah Rini
Indonesia, Jakarta
Trip#P3077: 10 Apr 2011
tulis testimony write new
Hotel di Belitung
Hotel-hotel terbaik di Belitung untuk Paket Wisata kami

Apa yang dikatakan pengunjung ?
Kesannya LUARRRR BIASAAAA, belitung pemandangannya membuat kita-kita pengen pada balik lagi dengan membawa keluarga, juga yang nemenin kita mas Doni, Erik, Asep dan Deden, two thumbs for you guys... thanks so much terutama buat pelajaran fotography nya buat aku hehehe, hasil nya keren-keren nih foto. Semoga kita bisa ketemu lagi ya... tentu dengan pelayana prima seperti kemarin. Maafin ya Erik kalo ibu-ibunya pada jail abis penasaran sama rambutnya yang anti basah heheh...
Endah
Indonesia, Jakarta
Trip#P2840: 25 Mar 2011
tulis testimony write new
Membalong

Apa yang dikatakan pengunjung ?

Pertama kali pengennya sih ikutan paket tour yang lain daripada yang lain. Trus ada temen ngajakin ke Belitung. Begitu liat foto2 di websitenya, gak pake mikir, langsung ngedaftar buat ikutan. Gw ikutan yang trip #53 Laskar Pelangi tour. Hari pertama langsung di bawa ke Desa Gantong untuk ketemu langsung dengan beberapa aktor2 cilik Film Laskar Pelangi, Ibu Muslimah, dan tempat setting film Laskar Pelangi. Malamnya diajak makan ikan bakar. Tempat makannya sih biasa saja, tapi rasa makanannya...beuh so lekker kalo kata orang Belanda.

Yogi Prasetyo
Jakarta, Indonesia
Trip#53: 6-9 November 2008

tulis testimony write new


Apa yang dikatakan pengunjung ?

Thanks untuk pelayanan yang memuaskan, makanan yang enak-enak dan penginapan yang nyaman. we surely will be going back again =).. ps: belum kesampaian untuk wisata kuliner belitung mencicipi "mie jamur" dan "otak=otak", hix hix, tapi " mie belitung" memang luar biasa dan bikin ketagihan, di jkt ada gak ya? oiya sekedar saran, kombinasi tour d island dan tour ke belitung timur sepertinya ok! =)

Devina Pramestuti
Jakarta, Indonesia
Trip#613: 27-29 Dec 2008

tulis testimony write new
Tanjung Tinggi

What's visitor said ?

"Terima kasih kepada pak Kusumah, pak Ito, pak Gito dan pak Rusdi untuk bantuan, keramahan dan bimbingannya selama kami berada di belitung. Kalian memang team yang luar biasa. Hotel dan makanan yang disediakan selama tour ini pun sangat baik. kami tinggal di hotel yang bagus dengan pemandangan yang luar biasa, kami juga di suguhkan dengan makanan2 yang nikmat, sangat khas belitung. Terima kasih semuanya. Semoga semakin banyak orang yang mengenal belitung dan menikmati keindahan pantainya. Please keep the environment clean. Regards".

Olivia Hasjim, Lina Kusnadi, Dhani (Shang Ayu Dyah K)
Jakarta, Indonesia
Trip#562: 30 Nov - 2 Dec 2008

tulis testimony write new
Kunjungi BELITUNG !
Ikutlah Program Tour kami


Liburan asyik di Belitung dengan penuh kenyamanan, sarana keselamatan, keramahan dan menikmati wisata kuliner masakan khas Belitung