By signing up, I agree to BelitungIsland.COM's Terms of Service, Privacy Policy, Guest Refund Policy, and Host Guarantee Terms.

By signing up, I agree to BelitungIsland.COM's Terms of Service, Privacy Policy, Guest Refund Policy, and Host Guarantee Terms.

Already a BelitungIsland.COM member?

Forgot password?

Don't have an account?

Don't have an account?

Don't have an account? Sign up

Mangrove Kuale

Mangrove Kuale

Apakah anda pernah mejelajah hutan bakau ? Di Belitung ada sebuah tempat yang dinamakan Wisata Mangrove Kuale di desa Sijok Belitung. Kuale adalah sebuah destinasi yang dibangun dan dikelola oleh masyarakat desa untuk pelestarian hutan bakau (mangrove) sekaligus memberikan atraksi batu untuk berwisata di Belitung.

Berlokasi hanya 7km dari pantai Tanjung Tinggi dan 3.6km dari pantai Kampong Dedaun, lokasi wisata Mangrove Kuale sangat mudah dicapai. Kendaraan cukup anda arahkan ke desa Sijuk di sisi Timur pantai Tanjung Tinggi. Karena tidak ada macet di Belitung, waktu yang diperlukan untuk mencapai tempat ini kurang dari 10 menit.

Sebelum anda mencapai lokasi Mangrove Kuale, setelah menyeberangi jembatan dan sungai besar memasuki desa Sijuk ada dua spot wisata yang mungkin akan cukup menarik untuk disinggahi. Dua tempat yang sangat penting untuk menunjukkan kehidupan beragama di Belitung. Tempat yang pertama adalah Vihara Kong Fu Chu yang sering dinamakan Klenteng Sijuk. Sementara itu tidak jauh dari tempat ini adalah sebuah mesjid tua yang bernama Mesjid Al Ikhlas yang dibangun pada tahun 1817.

Negeri Sembilan Kuale Sijuk

Istilah negeri sembilan tidak ada hubungan nya dengan negara bagian di Malaysia. Negeri sembilan ini adalah nama keren dari kampung kuno yang terdiri dari 9 rumah yang ada di desa Sijuk. Pertama kami memasuki desa ini anda akan melihat beberapa bangunan tua khas melayu yang terbuat dari kayu. Sebagian rumah sudah hampir runtuh. Kampung ini sudah dihuni oleh lima generasi.

Budaya melayu sangat kental dengan kehidupan masyarakat Belitung. Arsitektur kuno di tempat ini adalah bukti sejarahnya. Sijuk adalah desa yang sudah lama ada ditulis dalam sejarah pra-kolonial. Pada jaman kerajaan Badau yang berkuasa di Belitung sekitar abad ke-13, Sijuk yang dipimpin oleh Wangsa Yuda merupakan salah satu pusat keresinedan penting dari kerajaan Badau yang kala itu dipimpin oleh Rangga Yuda.

Jelajah Mangrove

Pertama tiba di lokasi ini, pengunjung akan masuk dari sisi sungai kecil yang mengalir menuju muara. Sekitar 100 meter dari jalan utama, pengunjung akan disambut dengan gerbang masuk bertuliskan Mangrove Kuale. Di tempat ini pemandangan pepohonan bakau banyak terlihat dan anda bisa memulai kegiatan selfie agar siap di upload ke media sosial. Pada saat artikel ini ditulis tidak ada biaya masuk ke tempat ini, tetapi untuk anda yang ingin memberikan donasi untuk kegiatan ini, tersedia kotak sumbangan jika anda berkenan memberikan kontribusi.

Mulai dari tempat ini anda akan menaiki jembatan kayu yang dibangun oleh masyarakat desa untuk mulai menjelajah keindahan hutang mangrove di kuale. Jalan lurus hampir 100 meter anda akan menjumpai titik belok dimana ada terdapat gubuk yang bisa dijadikan spot foto.

NEXT PAGE >>

Tour Package Rp 1,728,000/person @ Arnava Mutiara

Untuk group 4 peserta, Paket Wisata termasuk tour sehari penuh, hotel Arnava Mutiara makan pagi siang malam, pemandu wisata, kendaraan sesuai itinerary tour, minuman dan makanan ringan. Pilih durasi tour 2D 1N, 3D 2N, 4D 3N atau 5D 4N. Harga dihitung berdasarkan group 4 peserta, silahkan mudifikasi jumlah peserta dewasa dan anak untuk menghitung harga.

Advertise with us ?   Click Here