Menapak Tilas Sejarah Kerajaan Belantu di Belitung

Artikel dan Berita Tentang Belitung
Add to bookmarkAdded
Belitung Article #218
 
Asep Irwan Gunawan 8/02/2020

Sejarah Belitung memang tidak lepas dari beberapa kerajaan lokal yang berkuasa. Meski pada awalnya di abad ke-7 Belitung dikuasai Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit di tahun 1365, namun Belitung pernah eksis dengan pemerintahannya sendiri. Hak-hak pemerintahan Belitung sendiri baru dimiliki pada abad ke-15 dengan munculnya beberapa kerajaan lokal.

Salah satu kerajaan yang muncul di Belitung saat itu adalah Kerajaan Belantu. Meski tidak menjadi kerajaan pertama yang muncul di Belitung, tapi Kerajaan Belantu tetap menjadi bagian penting dari sejarah Belitung. Kerajaan Belantu sendiri mulai muncul pada akhir abad ke-17 hingga awal abad ke 18 bersamaan dengan meluasnya pengaruh dan penyebaran agama Islam di Belitung.

foto #0 http://www.belitungisland.com
http://www.belitungisland.com

PEMERINTAHAN DI LUDAY OLEH DATUK AHMAD

Kerajaan Belantu sendiri didirikan oleh Datuk Ahmad bergelar Datuk Mempawah. Datuk Ahmad ini sendiri berasal dari Kalimantan Barat dan memerintah Kerajaan Belantu dari tahun 1705 hingga tahun 1741. Saat pertama kali didirikan, pusat Kerajaan Belantu ini berada di tempatkan di Kaki gunung Luday dengan wilayahnya yang kemudian disebut dengan Belantu. Raja-raja yang memerintah selepas Datuk Ahmad ini antara lain KA. Tining, K.A Kedjur, K.A. Deraip, K.A Ali, K.A. Adam, KA. Azan dan yang terakhir K.A Umar.

foto #1 http://www.belitungisland.com
http://www.belitungisland.com

KERAJAAN BELANTU DENGAN PEMERINTAHAN DI MEMBALONG

Pada perkembangannya, Kerajaan Belantu ini kemudian menjadi wilayah Ngabehi dari Kerajaan Balok dimana keturunannya mendapat gelar Kyai Agus. Pada masa pemerintahan KA Deraip (1851-1870), pusat pemerintahan Kerajaan Belantu dipindahkan dari Kaki gunung Luday ke daerah Membalong, Kabupaten Belitung. Kekuasaan dari Kerajaan Belantu ini sempat dikuasai Palembang. Saat itu Palembang sendiri dipimpin oleh Cakradiningrat II.

foto #2

KEDATANGAN DAN CAMPUR TANGAN BELANDA

Pada tahun 1821, pasukan Belanda datang dan ikut campur dalam pemerintahan Kerajaan Belantu dengan mengangkat Pangeran Syarif Muhammad sebagai Kepala Daerah Belitung. Setahun kemudian di tahun 1822, pemerintahan Belanda di bawah kepemimpinan Kapten JP De La Motte menempatkan beberapa pasukan dan tentara di Belitung.

Belanjut di tahun 1823, eksistensi Belanda di Belitung semakin kuat sehingga membuat kekuasaan Kerajaan Belantu terus mengecil. Pengkerdilan Kerajaan Belantu sendiri dilakukan oleh JP Blerschel (sebagai asisten Residen) yang dibantu oleh Kapiten Keuhn untuk menggantikan JP DeLa Motte.

Pada pemerintahan JP Blerschel ini Pangeran Syarif Muhammad digantikan oleh Pangeran Syarif Hasjim yang membuat kekuasaan Kerajaan Belantu semakin melemah hingga akhirnya tidak diakui lagi oleh penjajah Belanda. Dari sinilah maka secara bertahap pemerintahan Kerajaan Belantu pun dikendalikan dan diambil alih oleh tentara Belanda.


Comments


Tulis komentar artikel ini