Mengenal Wisata Sejarah Pertambangan Timah di Belitung

Artikel dan Berita Tentang Belitung
Add to bookmarkAdded
Belitung Article #179
 
 Asep Irwan Gunawan  22/01/2019
Location: Pulau Belitung VIEW 3420 LIKE 50

Bicara soal Belitung memang tidak melulu soal Laskar Pelangi dan pantai-pantainya yang indah. Sebab, Belitung juga punya sejarah atau riwayat yang panjang dan membekas dari pertambangan timah. Tambah timah di Belitung sendiri dulu sangat tersohor. Bahkan ada yang menyebut tambang timah di Belitung kala itu sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Dari aktivitas penambangan yang begitu massif pada zaman dulu, membuat muncul beberpa kawasan yang saat ini menjadi menarik untuk ditelusuri. Bahkan begitu menariknya beberapa tempat yang berkaitan dengan sejarah penambangan timah di Belitung tersebut, kini telah berubah menjadi kawasan wisata. Nah, berikut ini adalah beberapa tempat wisata yang berkaitan dengan sejarah atau riwayat penambangan timah di Belitung yang bisa Anda datangi untuk melakukan napak tilas.

1. Open Pit

foto #0 https://www.belitungisland.com
https://www.belitungisland.com

Obyek wisata pertama yang bisa Anda kunjungi di Belitung untuk melakukan napak tilas penambangan timah adalah Open Pit yang berada di di Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit. Open Pit sendiri adalah kawasan bekas penambangan timah terbuka yang besar dan luas serta bersejarah di Belitung. Bahkan begitu besarnya, Open Pit saat itu menjadi kawasan penambangan timah terbuka terbesar di Asia Tenggara. Karena begitu besarnya kandungan tambang timah di Open Pit, membuat banyak perusahaan berlomba-lomba memiliki dan mengelolanya. Tercatat setidaknya ada 2 perusahaan besar pernah mengelola tambang timah di Open Pit. Perusahaan pertama yang mengelola Open Pit di tahun 1971 adalah BHP Billiton. Perusahaan tambang asal Australia ini hanya bisa bertahan hingga tahun 1985 saja sebelum kemudian diambil alih oleh Preussag GmbH of Hannover yang merupakan perusahaan asal Jerman. Preussag GmbH of Hannover sendiri mengelola Open Pit dari tahun 1985 hungga 1989. Berada di Open Pit sendiri pastinya Anda akan bisa mendapati banyak informasi mengenai sejarah pertambangan di Belitung. Maka dari itu agar Anda bisa mendapatkan informasi dengan baik di Open Pit ini, disarankan agar membawa guide atau pemandu wisata. Selain menapak tilas sejarah pertambangan timah, di Open Pit ini kita juga bisa melakukan beberapa kegiatan menarik seperti melakukan kegiatan fotografi. Kawasan tambang Open Pit ini memang memiliki pemandangan yang menakjubkan. Bekas galiannya yang terisi air memunculkan danau dengan warna hijau tosca yang mempesona. Dari sinilah banyak orang yang kemudian menjadikan Open Pit sebagai lokasi fotografi bahkan foto pre-wedding. Di Open Pit kita juga bisa menjumpai beberapa hal menarik seperti bebatuan cadas, gua bekas penambangan, serta kantung semar yang merupakan tanaman langka.

2. Museum Timah Tanjung Pandan

foto #1 https://www.belitungisland.com
https://www.belitungisland.com

Agar Anda bisa mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai kisah penambangan timah di Belitung maka setelah berkunjung ke Open Pit, Anda bisa mendatangi Museum Timah Tanjung Pandan. Museum yang berada di Jalan Melati No. 41 A, Kecamatan Parit, Kabupaten Belitung ini memang akan menyuguhkan beragam koleksi penambangan timah di Belitung. Di museum yang pendiriannya digagas oleh DR. Osberger tahun 1963 ini kita bisa mendapati beberapa koleksi seperti beberapa peralatan menambang timah, termasuk salah satunya kapal keruk. Di Museum yang dulu bernama Museum Geologi tersebut, kita juga bisa mendapati koleksi lain yaitu beberapa bijih logam dan batu mineral yang ditemukan ketika proses penambangan. Dan salah satu penemuan batu dari hasil penambangan yang paling menarik untuk disaksikan yakni Batu Satam. Menariknya lagi di museum yang juga disebut Museum & Zoo Tanjung Pandan ini kita juga bisa mendapati beberapa koleksi kerajaan yang pernah berkuasa di Belitung serta juga beberapa koleksi hewan atau satwa.

3. Danau Kaolin Belitung

foto #2 https://www.belitungisland.com
https://www.belitungisland.com

Kembali ke kawasan penambangan timah, selain Open Pit di Kelapa Kampit, kita juga bisa mendapati wisata Danau Kaolin yang berada di Jalan Murai, Desa Air Raya, Kecamatan Tanjung Pandan, Belitung. Sama seperti Open Pit, Danau Kaolin juga merupakan tempat bekas kawasan pertambangan yang kemudian terisi air sehingga memunculkan danau. Bedanya, jika di Open Pit air danaunya berwarna hijau tosca, maka di Danau Kaolin ini air danaunya berwarna biru cerah. Selain warna airnya yang mempesona, Danau Kaolin juga menyuguhkan tanah atau daratan yang memiliki warna putih yang terang nan bersih. Dari perpaduan dua warna ini maka kemudian akan menghasilkan pemandangan yang begitu indah. Tak ayal bila kemudian banyak orang dan pecinta fotografi yang datang ke sini untuk berfoto selfie untuk diposting di media sosial. Menariknya lagi di Danau Kaolin ini Anda tidak akan mendapati bau belerang seperti di Kawah Putih Ciwidey, Bandung. Jadi dari sini Anda pun tak perlu khawatir soal bau menyengat yang bisa mengganggu kenyamanan. Dan satu lagi yang penting berkaitan dengan penambangan timah di Belitung yaitu Anda bisa mendapatkan banyak informasi mengenai riwayat dan sejarah penambangan timah di Belitung ini dari Danau Kaolin melalui penjelasan dari guide.

4. Pantai Olie Pier

foto #3 https://www.belitungisland.com
https://www.belitungisland.com

Selanjutnya, wisata sejarah penambangan timah yang bisa Anda jumpai di Belitung yakni Pantai Olie Pier. Pantai Olie Pier yang berada di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur ini memang bukan seperti pantai-pantai lainnya di Belitung. Sebab di pantai ini ada sebuah riwayat panjang yang berkaitan penambangan timah di Belitung. Jadi di Pantai Olie Pier ini dahulu merupakan dermaga atau tempat berlabuh kapal-kapal pengangkut timah. Selain mengangkut timah, di Pantai Olie Pier ini, kapal-kapal yang bersandar juga sekaligus melakukan pengisian bahan bakar. Dari sinilah kemudian pantai ini dinamakan Olie Pier yang memiliki makna Olie yang berarti minyak dan Pier yang artinya pelabuhan. Meski sekarang kisah Pantai Olie Pier sebagai pelabuhan kapal pengangkut timah, tapi sisa-sisa peninggalannya masih bisa kita jumpai di sini. Salah satu bukti peninggalan dari dermaga Pantai Olie Pier ini bisa kita dapati dari adanya jembatan kayu sepanjang 200 meter yang menjorok ke laut.

5. Bukit Samak Resort A1

foto #4 https://www.belitungisland.com
https://www.belitungisland.com

Terakhir, wisata sejarah penambangan timah di Belitung yang bisa kita datangi yakni Bukit Samak Resort A1. Wisata yang berada di Kecamatan Manggar, Belitung Timur ini memang memiliki kisah dan riwayat dari penambangan timah di Belitung. Hal ini dikarenakan di sana ada sebuah resort yang dulunya merupakan tempat tinggal para pejabat Belanda dan juga para eksekutif PT. Timah. Seperti kita tahu bahwa PT. Timah merupakan perusahaan yang dulu mengelola tambang timah di Belitung. Resort A1 ini sendiri berada di sebuah bukit bernama Bukit Samak yang memiliki ketinggian sekitar 130 meter di atas permukaan laut. Dari lokasinya yang berada di ketinggian ini maka di sini kita tidak hanya akan mendapati kisah dan riwayat dari kehidupan para eksekutif PT. Timah. Tapi di Bukit Samak ini kita juga bisa menikmati pemandangan yang indah seperti panorama Pantai Nyiur Melambai, Pantai Tebing dan Pantai Olie Pier serta lautan luas dari atas ketinggian.

Tags: #ecns2007, #estudisprecolombins, #grupoalvorada


Komentar