Mengenal Pertunjukan Dul Mulok

Artikel dan Berita Tentang Belitung
Add to bookmarkAdded
Belitung Article #224
 
Asep Irwan Gunawan 21/03/2020

Pertunjukan seni Dul Mulok merupakan salah satu agenda yang selalu ditunggu masyarakat dan juga wisatawan yang datang ke Belitung. Kesenian pertunjukan Dul Mulok ini memang sangat menarik. Pasalnya saat menyaksikan pertunjukkan ini para penonton akan sangat terhibur. Dul Mulok sendiri adalah seni sandiwara tradisional Belitung yang mamadukan antara drama, komedi, dan juga musik. Pertunjukkan yang dipentaskan setiap tahun bertepatan dengan tradisi Marastaun dan sedekah bumi ini tentu akan sangat menarik untuk Anda saksikan.

Sejarah dan Riwayat Dul Mulok

foto #0 http://www.belitungisland.com
http://www.belitungisland.com

Riwayat munculnya kesenian Dul Mulok ini bermula pada tahun 1940-an dari ide Tok Juhek seorang yang pandai dalam Besaer. Tok Juhek ini sangat sangat fasih dan mahir dalam urusan besaer. Hingga kemudian dirinya ingin menuangkan isi syaer kedalam sebuah drama. Tok Juhek pun kemudian mengundang sanak saudara serta sahabat-sahabatnya untuk menyampaikan ide tersebut. Ide dari Tok Juhek ini ternyata disambut dengan antusias oleh sanak saudara dan sahabat-sahabatnya tersebut. Setelah itu Tok Juhek pun bersama saudaranya melatih para pemain yang awalnya berjumlah 60 orang. Sementara itu cerita pertama kali yang dibawakan adalah kisah Abdul Mulok. Nah dari nama cerita pertama inilah kemudian kesenian yang dicetuskan Tok Juhek ini dinamakan Dul Mulok.

Setelah Tok Juhek, kesenian Dul Mulok dikembangkan oleh Kek Lang dan Kek Narek yang merupakan anak-anak dari Tok Juhek. Kek Lang ini mengembangkan Dul Mulok di Desa Parang Bulo sedangkan Kek Narek mengembangkan Dul Mulok di Desa Kembiri. Desa Kembiri inilah yang kemudian menjadi asal muasal munculnya pertunjukan seni Dul Mulok yang dipentaskan.

foto #1 http://www.belitungisland.com
http://www.belitungisland.com

Kek Lang dan Kek Narek mengembangkan Dul Mulok ini secara turun-temurun hingga anak cucu. Hingga pada akhirnya sekarang Dul Mulok telah menjadi salah satu kesenian khas Belitung. Salah satu pemimpin yang melestarikan kesenian Dul Mulok yang bisa kita temui saat ini adalah Pak Madi. Beliau bekerja mengembangkan kesenian Dul Mulok ini bersama Pak Sar’ie dan adiknya Ramdani yang bertugas sebagai sutradara.

Pertunjukan Dul Mulok

foto #2

Untuk mementaskan Dul Mulok maka harus dipilih terlebih dulu kisah yang akan dimainkan. Beberapa kisah yang biasa dimainkan dalam Dul Mulok ini diambil dari beberapa syair lama seperti Syaer Abdul Mulok, Syaer Juragan Budiman, Syaer Mabi dan Syaer Siti Zubaida. Beberapa kisah mengenai kerajaan yang ada di Belitung juga seringkali ditampilkan pada pertunjukkan Dul Mulok. Tapi agar menarik penonton, dianjurkan untuk mengkombinasikan cerita yang ada dengan bumbu-bumbu komedi agar penonton terhibur.

Setelah memilih syair, hal lain yang perlu disiapkan untuk mementaskan Dul Mulok adalah alat musik seperti gendang atua gong panjang (satu buah), biola atau piul (satu buah). Nantinya pemain musik Dul Mulok ini akan mengiringi pertunjukkan di belakang panggung. Sementara itu untuk pakaian yang dikenakan para pemain Dul Mulok ini adalah pakaian tradisional berupa sarung serta peci untuk pemain pria dan kebaya untuk pemain wanita. Saat pertunjukan dimulai, para pemain Dul Mulok ini akan saling melontarkan dialog-dialog komedi atau lawakan yang disertai beberapa ekspresi yang membuat penonton tertawa. Begitu semaraknya kesenian Dul Mulok ini bahkan bisa mengalahkan siaran-siaran hiburan yang ada di televisi.

Tags: #ecns2007, #estudisprecolombins, #grupoalvorada


Comments


Tulis komentar artikel ini